Jumat, 31 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #9: Dongeng Nabi Sulaiman

Setelah begadang semalam, Izza bangun sekitar pukul 9 pagi. Setelah mandi, makan dan bermain dengan buku-bukunya dan video nyanyian ia mengantuk. Namun tak kunjung terlelap. Akhirnya saya bercerita untuknya. Kali ini saya bercerita tentang kisah semut pada zaman Nabi Sulaiman AS. 

Ternyata sampai akhir cerita pun tetap saja belum terkantuk. Saya sambungkan cerita tersebut dengan sejarah-sejarah yang terjadi pada zaman Nabi Sulaiman. Tentang mukjizat dan penggunaan burung untuk berkirim pesan. Mendengar kata burung ia langsung tertarik dan ingat dengan burung yang dipelihara kakeknya. Barulah setelah itu ia tertidur. 

Ada salah satu hal yang menarik mengenai momen sebelum tidur ini. Ternyata momen sebelum tidur bisa menjadi momen yang diingat oleh anak seusia Izza. Semalam ia ingin meminjam Al Quran milik tantenya. Saya minta ia untuk menunggu hingga tante menyelesaikan ngajinya. Qadarullah, Izza mengantuk karena menunggu sambil menyusu. Saat bangun ia langsung mengatakan pada saya, “pinjem.. quran..” Masyaa Allah. Tabarakallah.

#Harike9
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10

Kamis, 30 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #8: Dongeng Nabi Yunus

Sejak usianya menginjak 1 tahun, ikan paus sudah masuk glosarium kata yang awal ia kenali. Pasalnya waktu itu ia sering bermain flash card tentang fauna. Pengucapan Ikan Paus pun tak terlalu sulit untuk ditiru.

Tak biasanya selepas magrib Izza tengah tertidur. Alhamdulillah bisa tidur lebih awal pikirku. Namun, ternyata ia bangun setelah isya hingga lewat tengah malam pun belum juga terlelap. Setelah bangun saya ajak ia untuk mendengarkan dongeng nabi Yunus AS. Mengantarkan pesan bahwa kita harus banyak mengingat Allah dan selalu memohon ampun padanya dalam memohon pertolongan. Walau pesannya masih terkesan rumit, semoga ini awal pengantar ketaqwaannya pada Allah SWT.

#Harike8
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #7: Oren dan Reno

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam lebih. Izza masih tengah asyik dengan mainannya. Saya coba mengajaknya menyimak cerita, berharap rasa kantuk akan hinggap hingga ia tertidur. Ceritanya tentang 2 ekor bebek yang kakak beradik. 

Suatu hari ada 2 ekor bebek yang hendak mandi di sungai jauh dari rumahnya. Cuaca kala itu memang tengah terik. Segar rasanya jika mendinginkan tubuh dengan mandi di sungai yang airnya begitu segar dan jernih. Begitu pikir kedua anak bebek. Sebagai anak yang baik, keduanya pamit pada ibunda agar tak khawatir mencarinya. “Ibu, kami pergi dulu main air di sungai ya bu.” Kata Oren, sang kakak. “Untuk apa kalian mandi di sungai? Bukankah ada kabar bahwa disana para buaya sedang singgah?” Tanya Ibunda sang bebek. “Tenang saja bu, aku tak akan terlalu jauh bermain air. Hanya di tepi saja.” Jawab sang kakak. “ “Kak, sepertinya apa yang disampaikan ibu itu benar, Kak. Aku main di rumah saja bersama teman-teman peternakan.” Balas Reno, sang adik. Oren berangkat sendiri saja. Tiba di sungai benar saja apa yang dikatakan ibu. Para buaya sedang menepi menjemur di tepi sungai. Tanpa sepengetahuan Oren, Reno dan Ibunya mengikuti dari belakang. Menariknya sambil menutup mulutnya agar tak gaduh. Mereka pun pulang dengan selamat. Alhamdulillah.

—Selesai

#Harike7
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10

Rabu, 29 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #6: Gigi Kelinci

Hari ini Izza mendengarkan dongeng lebih malam dari hari-hari kemarin. Pasalnya malam-malam dia ingin mengunyah permen. Agar mengalihkan perhatiannya dari permen, saya ajak untuk mendengarkan cerita. Seperti biasa, cerita ini hanya lintasan ide yang ada pada saat itu juga. Salah satu tantangan mendongeng tanpa buku itu adalah menjaga fokus anak. 

Kali ini saya bercerita tentang sang Putri dengan Kelinci. Seorang putri hidup di istana permen. Setiap hari dia bisa makan permen sepuasnya. Tak ada satupun yang berani memakan permen sang putri karena ia sangat menyukainya. Sayangnya giginya jadi rapuh dan gampang keropos. Sang putri pun sakit gigi karena terlalu banyak mengunyah permen dan malas gosok gigi. Akhirnya ia didatangi oleh seekor kelinci dengan giginya yang sehat, bersih, lagi indah. Sang putri penasaran, apa yang membuat gigi kelinci itu sehat dan indah. “Hai kelinci, bolehkah kamu memberi tahuku rahasia agar gigi ku sehat seperti mu?” Tanya sang putri. “Tentu saja tuan putri. Saya tak pernah makan permen. Setiap sehabis makan saya bersihkan gigi. Begitupun sebelum saya tidur.” Jawab kelinci. Setelah mendengar jawaban kelinci, tuan putri segera membagikan permen yang banyak itu kepada rakyatnya beserta sikat dan pasta gigi.

— Selesai —

#Harike6
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10

Senin, 27 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #5: Tupai dan Kelelawar

Gerimis hari ini seakan memapah hujan lebat akan datang. Benar saja, selepas dhuhur menuju ashar hujan turun dengan deras. Mengabulkan rasa kantuk untuk bertemu dengan bantal dan guling. Begitupun yang dirasakan oleh Izza tadi siang. Ia menikmati tidur siang lebih lama dari biasanya. 

Ia bangun selepas ashar. Sambil masih berguling sana sini, saya tuntun ia untuk melantunkan doa selepas tidur. Kemudian saya ajak ia ke kamar belakang untuk menyaksikan atraksi alam. Ya, hujan yang sedang menari-nari menjadi aliran deras bak sungai kecil di saluran air selalu menarik untuk dipandangi. Terlebih diiringi bunyi rintik air hujan yang bersahutan. 

Setelah agak lama, mungkin Izza bosan juga hanya termanggu menatap luar jendela. Ia mencari aktivitas lain. Flash card bertemakan binatang masih teronggok bekas empunya memakai sebelumnya. Sambil duduk ia melihat-lihat gambar flash card. Kebetulan hari ini saya belum memperdengarkan dongeng padanya. Saya jadi terinspirasi untuk menggunakan flash card sebagai tokoh dongeng. Walau agak jarang dengan karakter dongeng biasanya, apa salahnya untuk dicoba? Toh yang diambil adalag intisari dan kerangka berfikirnya bukan?

Cerita kali ini tentang si Tupai dan Kelelawar. Di suatu siang di dalam hutan, terdapatlah seekor tupai yang sedang memandangi atas pohon kenari yang lebat berbuah. Kala itu ia tengah lapar dan ditunggu oleh anak-anaknya yang juga lapar di rumah. Tanpa pikir panjang kemudian ia petik banyak buah kenari untuk ia makan dan bawa pulang. Tanpa sengaja, ketika ia memetik dan mengumpulkan buah kenari, buah kenari tersebut terjatuh mengenai sang kelelawar yang tengah tidur menggantung hingga ia terbangun.

“Aduuuh.. Siapa itu? Siapa yang berani-beraninya membangunkan aku di siang hari begini?” Tanya kelelawar sambil mengaduh kesakitan. Tupai yang tadi sibuk mengumpulkan buah kenari telah bersembunyi dibalik batang pohon. Namun, dengan berani ia kemudian mengaku bahwa dialah yang tak sengaja membuat sang kelelawar bangun. “Maafkan aku kelelawar. Aku tak sengaja menjatuhkan buah kenari yang ku petik. Kukira tidak ada yang sedang tertidur di bawah sana.” Jawab Tupai dengan berani. Tupai merasa berani karena ia benar-benar tidak sengaja menjatuhkan kenari yang membuat kelelawar bangun. “Kamu rupanya. Baiklah aku maafkan kamu, tapi segeralah pergi sebelum kamu menjatuhkan kembali kenari dan menimpaku.” Tandas kelelawar. Kemudian tupai tersebut pulang dengan membawa banyak kenari. Kelelawar pun melanjutkan kembali tidurnya.  —SELESAI—

#Harike5
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10

Minggu, 26 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #4: Semut dan Merpati

Jika biasanya dongeng menjadi pengantar sebelum tidur, buat Izza hari ini malah menjadi pembuka setelah bangun tidur. Setelah dituntun berdoa selepas tidur, ia anteng berguling sana sini. Dari pada ga jelas, saya ajak untuk mendengarkan cerita tentang Semut dan Merpati.

Ceritanya kurang lebih seperti ini. Sepagi ini seekor semut sudah berjalan jalan di tepi sungai. Namun tiba-tiba ia terpeleset hingga hanyut ke sungai. Sang semut lalu berteriak, “Tolooong.. tolooong.” Kebetulan ada Merpati yang sedang bertengger diatas dahan pohon di dekat sungai. Kemudian merpati itu memetik daun dan menghampiri semut untuk menolongnya. Akhirnya, sang semut pun selamat dan berterimakasih pada merpati. “Terima kasih telah menolongku merpati.”
Siang harinya, terlihat dari kejauhan ada pemburu yang menodongkan senapannya kearah sang merpati tadi. Namun, tiba-tiba pemburu itu berteriak “aaaww.. sakit” terlihat sang semut turun dari badan sang pemburu. Merpati mengucapkan terimakasih karena semut telah menolongnya. “Terima kasih semut, kau telah menyelamatkanku.” Lalu kedua menjadi sahabat baik yang saling tolong menolong.”

Melalui cerita ini Izza belajar berterimakasih, minta tolong, dan sayang terhadap binatang. Ia merespon ketika ceritanya tentang burung merpati, karena kebetulan kakek memiliki beberapa ekor burung merpati yang juga pernah ia beri makan langsung. Kalo teman-teman dongeng apa hari ini?

Sumber dongeng terinspirasi dari akun ig: @dongenganaknusantara

#Harike4
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10



Sabtu, 25 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #3: Properti juga Penting

Hari ini sedari pagi mencari ilham untuk tema dongeng selanjutnya. Ketika sudah tau tentang tema, tersendat dongeng yang berhubungan. Tapi seperti yang telah dilalui sebelumnya, mencoba memaksimalkan daya imajinasi untuk mengarang cerita sendiri. Walau singkat namun ngena.

Akhirnya hari ini saya bercerita tentang kuman-kuman nakal yang suka menyelinap di sela-sela gigi. Ekspektasi saya sebenarnya ingin Izza jadi mudah diajak gosok gigi. Tapi, mungkin saya harus tampil lebih maksimal lagi. Kali ini dengan properti seadanya, berbekal washlap sebagai peranan kumannya tidak begitu menarik bagi Izza. 

Semoga lain kali berhasil dengan cara yang berbeda. Tunggu saja ya, Nak! :)

#GrabYourImagination
#GameLevel10
#Tantangan10hari
#KuliahBunsay

Jumat, 24 Januari 2020

Membangun Karakter Anak dengan Mendongeng #2 : Alhamdulillah..

Seperti hari sebelumnya, saya masih jetlag menyengajakan mendongeng bersama Izza. Masih meraba-raba waktu yang tepat mendongeng untuknya. Kali ini waktu yang dipilih adalah malam hari sambil menunggu waktunya tidur.

Saya coba memberanikan diri mengarang dongeng tanpa ide dari buku cerita yang di retell. Kebetulan hari ini Izza mendapat hadiah mainan baru dari Nenek dan kakeknya. Saya ingin Izza menjadi anak yang ringan untuk bersyukur. Salah satunya dengan membiasakan mengatakan alhamdulillah dan terimakasih. Pada kesempatan kali ini yang berperan adalah boneka tangan kelinci dan bebek. Keduanya favorit Izza. Walau saat mendongen matanya fokus ke hal yang lain, ternyata ia mendengarkan. Namun masih moody jika diminta mengulang kata Alhamdulillah. Tanpa sengaja ia mengatakan sendiri kata syukur tersebut. Masyaa Allah Tabarakallah, Nak.

#GameLevel10
#Tantangan10hari
#GrabYourImagination
#KuliahBundaSayang

Kamis, 23 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #1 : Tau ga?

Hari ini hari pertama mencoba menanamkan nilai-nilai melalui mendongeng. Sebenarnya ini bukan kali pertama mendongeng untuk Izza. Namun, memang sebelumnya tak pernah terjadwal untuk setiap hari. Hanya sekedar mengisi waktu luang saja ketika bosan bermain dengan mainan.

Berawal dari kegiatan membuat mainan dari barang-barang bekas. Hari ini kami membuat sang kodok dari sedotan dan gelas air mineral bekas. Walau pembuatannya tak berjalan mulus, namun Alhamdulillah bisa selesai juga saat Izza tidur siang. Selepas tidur siang, setelah menuntun Izza berdoa bangun tidur, saya coba menarik perhatiannya dengan buku dongeng yang sedari tadi saya baca. Berusaha mencari cerita yang beririsan dengan nilai yang hendak saya tanamkan. Namun ternyata mungkin timingnya kurang tepat. Izza lebih tertarik guling-guling diatas kasur.

Tadi sebelum Izza tidur, sahabat lama saya berkunjung ke rumah beserta anaknya yang usianya tidak berbeda jauh dari Izza. Izza tidak takut bertemu dengannya, namun hanya kurang terbiasa saja mungkin layaknya anak-anak kecil. Namun saya sangat senang bila Izza ramah dan murah senyum. Meski mungkin saya juga harus memberi teladan lebih dahulu, tak ada salahnya jika saya sampaikan ini melalui dongeng hari ini.

Mengenai nilai ramah dan murah senyum, sayangnya tak saya temukan di buku dongeng yang saya baca tadi siang. Mungkin belum karena belum saya khatamkan buku tersebut. Maka saya coba untuk mendongeng kembali malam ini. Memanfaatkan hasil prakarya tadi siang, saya jadikan kodok itu sebagai tokohnya. Cerita yang saya bawakan murni karangan sendiri. (Mengarang bebas..hihi). 






Alkisah di sebuah negeri ada seekor kodok yang dijauhi temannya karena ia jarang tersenyum. Bahkan tak sedikit yang menyangka kodok tersebut galak karena raut wajahnya yang datar dan sinis. Sampai akhirnya ia sadar kalau teman-teman menjauhinya karena ia jarang tersenyum. Kemudian ia ketemu dede Izza, meminta tolong untuk melatihnya tersenyum. 

Pada saat ada dialog, “dede Izza tau ga?” Spontan ia jawab, “Enggak”. Lucu sekali sampai diulang pun tetap jawabannya seperti itu. Dongeng pun berakhir dengan tawa jenaka darinya. Namun Alhamdulillah, ia kini tau bagaimana senyum itu.


#GrabYourImagination
#Tantangan10hari
#GameLevel10
#KuliahBunsay

Rabu, 15 Januari 2020

Aliran Rasa Game Level 9: Think Creative

Berpikir kreatif bukanlah hal yang mudah. Namun juga bukan hal yang musykil. Tantangan demi tantangan yang dilalui di kelas bunda sayang, semakin terasa naiknya. Dalam tantangan kali ini, bukan hanya ditantang bagaimana kita berpikir kreatif untuk solving problem kehidupan, namun juga sebenarnya kita ditantang untuk mengelola cara pandang tentang kreativitas itu sendiri.





Dalam menuliskan jurnal Tantangan 10 hari ini misalnya. Berpikir dan menelaah setiap bagian aktivitas harian kemudian menyelipkan sentuhan-sentuhan kreatif, mungkin disitulah tantangannya. Ide-ide kreatif itu sendiri sebenarnya akrab di sekitar kita. Bahkan dimulai dari hal yang kecil sedikitpun. Terkadang kita terjerembab pada definisi kreativitas yang menuntut suatu karya yang besar. Padahal tanpa kita sadari, benih-benih kreativitas inilah yang akan melatih dan tumbuh hingga menjadi ide-ide besar. Selain itu, ide-ide itu hanya melintas tanpa disimpan dalam suatu bentuk baik tulisan maupun suatu aktifitas hingga akhirnya lenyap tak berbekas. Terimakasih Ibu Profesional, telah mengingatkan dan mewadahi ide-ide kreatif kami. Melalui tantangan ini pula, saya sadar, anak kreatif terlahir dari orang tua yang terbiasa berpikir kreatif.

#AliranRasa
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Minggu, 12 Januari 2020

Think Creative #10: Landak Sterofoam

Pagi ini Izza mendapatkan undangan ulang tahun dari salah satu tetangga disini. Yang diundang masih tertidur pulas karena jam tidurnya kembali kurang teratur, bobo malam sekali bangun pagi menuju siang. Selagi Izza masih tidur, sedari pagi saya menyiapkan kartu ucapan serta kadonya. Kartu ucapan yang dibuat handmade mirip seperti yang dibuat untuk ayah, namun kali ini dengan bahan dan alat yang lebih lengkap. Tidak terlalu seadanya. Hehe..






Setelah bangun ia segera asyik dengan kertas kado yang bercorak kartun kesukaan. Kemudian bereksplorasi dengan pulpen dan kertas lipat. Acara ultah dimulai. Izza anteng tanpa drama. Malah dia menunjuk nunjuk balon, memanggil neneknya yang menjadi MC di acara itu. Sepulangnya ia kenyang dengan kudapan dari acara dan main bersama kaka.

Selagi izza tidur siang, saya membereskan limbah jajanan kaka dari car free day dan acara ultah. Kebetulan ada stereo foam. Stereofoam adalah salah satu limbah yang sulit terurai. Kali ini saya berkreasi menjadikan stereofoam sebagai badan landak, yang dilubangi agar nanti Izza bisa menancapkan pensil-pensil ke dalam lubang itu. Bangun tidur ia langsung asik bermain dengan landak stereofoam nya. Masyaa Allah.


#10
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Think Creative #9: Tenda Darurat

Akhir-akhir ini karena cuaca sering hujan, Izza jadi jarang diajak main keluar. Main dengan koleksi mainannya kadang membuat dia jenuh. Jika sudah jenuh begitu, Izza maunya nemplok terus sama ASI tapi bukan mau tidur. Hanya nempel saja begitu.

Akhirnya saya ajak ke kamar. Neneknya pun ikut. Biar ga bosan kami bikin tenda-tendaan dari kain jarik. Izza senang sekali, ia senang menyentuh bagian atas tenda tendaan kami. Sampai-sampai dia berulang-ulang meminta main lagi dan lagi. “Nggih.. Nggih..” pintanya. Lalu kami main hingga ia bosan lalu kemudian tidur.

#9
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, 09 Januari 2020

Think Creative #8: Steam Banana Cake

Drama pisang yang terlalu matang dan masih bersisa masih berlangsung. Sayang sekali rasanya buah penuh gizi ini jika harus dibuang begitu saja. Tapi jika dimakan langsung bosan dan cepat kenyang juga rasanya. Dibuatkan pancake lagi juga kemarin sudah pas milad wawa. Aha!! Bagaimana jika kita membuat bolu pisang saja? Tapi kebetulan ovennya sudah rusak dan tak bisa dipakai lagi. Hmm.. dikukus juga enak sepertinya. Finnally, saya buat bolu pisang kukus dengan bahan seadanya. 

Cara pembuatan bolu pisang kukus:




  • Bahan:
    • Buah pisang, 200gr
    • Telur 2 buah
    • Perisa Vanila (saya pakai vanilli)
    • Gula 80 gr (saya pakai 50gr karena lupa beli gula lagi)
    • Terigu 150 gr
    • Minyak goreng 50 ml
    • Baking powder 1 sdt
    • Baking soda 1 sdt (saya tidak pakai ini karena kebetulan ga ada stok di rumah)
    • Keju parut untuk toping
  • Alat:
    • Mixing bowl (wadah apapun yang bisa dijadikan mixing bowl, saya pakai baskom kecil.. hehe)
    • Whisk (saya pakai garpu)
    • Cetakan kue bolu (saya pakai cetakan agar)
    • Steamer (kukusan, saya pakai panci pengukus biasa)
    • Parutan keju


Tahap pembuatan:
  1. Haluskan daging buah pisang, jika mungkin boleh diblender.
  2. Campurkan gula, kemudian kocok hingga rata. 
  3. Masukan perisa vanila, kemudian aduk hingga rata.
  4. Ayak terigu, baking soda, dan baking powder ke dalam adonan. Aduk hingga merata dan tidak menggumpal.
  5. Tuangkan minyak goreng ke dalam adonan. Aduk rata.
  6. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih.
  7. Kukus selama 30 menit.
  8. Angkat dan sajikan


#8
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Think Creative #7: Bangun Tidur Ku Terus..

Setelah melewati malam dengan drama terbangun terus karena Izza kurang nyenyak tidurnya, tergantikan dengan pemandangan indah ketika ia bangun dengan ceria di pagi hari. Berguling sana-berguling sini, sambil berbicara sendiri seakan sedang mengingat kosakata baru yang akhir-akhir ini ia temui. Saya yang sedang menyelesaikan pekerjaan domestik akhirnya menghampiri karena mendengar suaranya yang sedang anteng itu.

“Assalamu’alaykum, Izza sayang.. Shaliha bunda udah bangun yaaa..” begitu sapaku setiap ia bangun tidur. Dia langsung menunjuk gambar salah satu tokoh kartun kesukaannya yang ada di sprei sambil menyebut namanya. “Oh iya, emon juga udah bangun ya. Wah emonnya nanya dede udah berdoa belum setelah bangun tidur? Belum ya, Nak? Gimana kalo kita berdoa bareng? Yuk! Kemudian kami berdoa, alhamdulillah Izza kini sudah bisa bilang “Aamiin” sambil mengusap wajahnya dengan tangan. Lucu melihatnya, masyaa Allah.

Kembali menunjuk-nunjuk sprei. Dialog tentang tokoh kartun itu ternyata belum berakhir. “Nda.. nda.. tuuuh.. emon.” Begitu ia bilang. “Iya emon ya, emonnya lagi apa itu, Nak? Emonnya ngajak dede senyum. Balas yuk senyum emonnya. Dede makin manis saat senyum, Nak. Senyum juga ibadah kepada Allah. Bunda seneng deh liat dede tersenyum. Coba kasih bunda senyuman.” Begitu balasku pada Izza sambil memberikan dia senyum sebagai contoh. Ekspresi yang paling menarik baginya ialah “Manyun”. Masyaa Allah menggemaskan melihatnya. Akhirnya saya jadi punya ide untuk belajar ekspresi pagi itu dengan media gambar motif sprei. 

#7
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Think Creative #6: Jeruk Hangat

Akhir tahun kemarin nenek Izza berkunjung ke rumah. Setelah sebelumnya kami yang bertandang ke rumah kakek buyut setelah beliau dirawat karena sakitnya di Rumah Sakit. Kami terbiasa saling mengunjungi dengan membawa buah tangan. Seperti saat nenek ke rumah. Beliau membawakan buah buahan untuk Izza. Salah satunya jeruk, buah kesukaannya. 

Begitu melihat jeruk, Izza segera antusias untuk mengupasnya. Qadarullah, Izza kali ini harus mengenal rasa masam segar dari jeruk. Tapi jika dibuang jadi mubazir bukan? Jeruk tersebut masih tersimpan beberapa hari hingga hari ini pun masih bersisa (hihihi..) jadinya saya kreasikan sebagai pengganti minuman vitamin C yang biasa saya minum dengan menyulapnya menjadi jeruk hangat. Walau sebenarnya jeruk ini bukan jeruk peras yang digunakan pada jeruk hangat biasanya tapi rasanya boleh bersaing kok. Tetap enak dan segar untuk pancaroba dan cuaca yang memasuki penghujan yang dingin.

Cara membuat jeruk hangat:

  • Ambil sebuah jeruk, kupas kulit dan serabutnya agar tidak terasa pahit
  • Gunakan pemeras jeruk/lemon. Jika tidak ada bisa menggunakan saringan kawat yang biasa untuk MPASI (saya pakai saringan MPASI ini hihi)
  • Setelah diperas, tambahkan gula sesuai selera
  • Seduh dengan air hangat





#6
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Think Creative #5: Happy Milad Wawa

Awal bulan Januari, Wawa kesayangan Izza berkurang usia tepat satu tahun. Sayangnya kami belum sempat menyiapkan apapun untuk sekedar memberinya hadiah sebagai bentuk kasih sayang dan syukur. Namun muncul ide setelah saya melihat tumpukan buah pisang di meja yang tidak mungkin habis dalam sehari untuk di makan. Daripada mubazir, saya jadi ingin “menyulapnya” menjadi kue pancake dorayaki. Selain Izza suka, bisa juga sebagai kue hadiah untuk Wawa yang sedang milad.



Akhirnya setelah berlomba-lomba dengan panggilan si kecil untuk menyusui, adonan selesai dan siap untuk dicetak dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ketika Izza bangun, alhamdulillah dia mau sarapan dengan pancake tadi. Kemudian bagian yang lain saya tambahkan toping sebagai hiasan untuk milad wawa. Walau akhirnya yang milad ga makan sama sekali. Hihi..

#5
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Think Creative #4: Menuang Kedelai

Hari ini Izza lagi nempel banget. Makan pun tak selahap biasanya. Jadi agak sulit mau bebikinan itu ini. Jadinya saya cari aktifitas yang bisa membuat ia sibuk sendiri sambil melatih kemampuan sensory motoric nya sekaligus.



Kebetulan di dalam lemari es masih ada kacang kedelai untuk tempe sisa bahan MPASI. Akhirnya saya gunakan saja untuk latihan Izza memakai sendok dan sensory play meraba tekstur kacang-kacangan. Alhamdulillah ia asyik menyendok. Sempat hendak dimakan olehnya, namun tatapannya seakan mengkonfirmasi apakah itu boleh dimakan atau tidak. Setelah dijelaskan kalo itu perlu dimasak lebih dahulu, Izza batal memasukannya dalam mulut.


#4
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Think Creative #3: Panen Bola

Tahun baru Masehi diawali dengan musim penghujan. Bahkan beberapa wilayah di sekitar Ibukota Jakarta terendam air bah. (Semoga Allah menggantikan kesedihan mereka dengan yang lebih baik). Seperti biasanya ketika hujan, Izza asyik menatap ke rintik hujan melalui kaca jendela. Masyaa Allah, sambil ia berkata “Nda, tik.. tik..” bermaksud menunjukan hujan dengan lagu yang biasa kami nyanyikan. Saya ajak ia berdoa. Setelah itu, sambil menstimulasi Izza yang kini sedang dalam fase mencapai target berdiri tanpa bantuan dan berjalan, dan juga sepertinya ia bosan dengan permainan itu-itu saja, saya ajak Izza untuk bermain Panen Bola.



Kebetulan tralis jendela kamar belakang dibuat handmade dari bahan kayu sisa, jadi tidak terlalu sulit untuk menempelkan bolanya dengan double tape. Tadinya saya pikir lebih seru jika membentangkan tali saja. Tapi, karena tali kasurnya entah disimpan oleh siapa dimana, jadi kami manfaatkan saja tralis jendela sambil menikmati hujan.

Cara bermain:

  1. Siapkan bola bola plastik kecil untuk ditempel.
  2. Rekatkan bola dengan double tape pada permukaan kayu atau gorden. Usahakan direkatkan dalam jarak yang dapat dijangkau anak dengan berdiri.
  3. Ajak sang anak untuk meraih bola dan kemudian beri intruksi untuk menyimpan bola ke dalam kotak/keranjang.
  4. Jika ada partner bermain misalnya kakak, bisa dilibatkan dengan berbagi peran. Sang kakak bertugas membantu menempelkan lagi bola ke tempat yang dianggap pohon (dalam hal ini tralis/gordin tadi)

Alhamdulillah, walau sederhana namun Izza terlihat asyik sekali. Nanti kita main apalagi ya, Nak?

#3
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...