Kamis, 23 Januari 2020

Membangun Karakter Anak melalui Dongeng #1 : Tau ga?

Hari ini hari pertama mencoba menanamkan nilai-nilai melalui mendongeng. Sebenarnya ini bukan kali pertama mendongeng untuk Izza. Namun, memang sebelumnya tak pernah terjadwal untuk setiap hari. Hanya sekedar mengisi waktu luang saja ketika bosan bermain dengan mainan.

Berawal dari kegiatan membuat mainan dari barang-barang bekas. Hari ini kami membuat sang kodok dari sedotan dan gelas air mineral bekas. Walau pembuatannya tak berjalan mulus, namun Alhamdulillah bisa selesai juga saat Izza tidur siang. Selepas tidur siang, setelah menuntun Izza berdoa bangun tidur, saya coba menarik perhatiannya dengan buku dongeng yang sedari tadi saya baca. Berusaha mencari cerita yang beririsan dengan nilai yang hendak saya tanamkan. Namun ternyata mungkin timingnya kurang tepat. Izza lebih tertarik guling-guling diatas kasur.

Tadi sebelum Izza tidur, sahabat lama saya berkunjung ke rumah beserta anaknya yang usianya tidak berbeda jauh dari Izza. Izza tidak takut bertemu dengannya, namun hanya kurang terbiasa saja mungkin layaknya anak-anak kecil. Namun saya sangat senang bila Izza ramah dan murah senyum. Meski mungkin saya juga harus memberi teladan lebih dahulu, tak ada salahnya jika saya sampaikan ini melalui dongeng hari ini.

Mengenai nilai ramah dan murah senyum, sayangnya tak saya temukan di buku dongeng yang saya baca tadi siang. Mungkin belum karena belum saya khatamkan buku tersebut. Maka saya coba untuk mendongeng kembali malam ini. Memanfaatkan hasil prakarya tadi siang, saya jadikan kodok itu sebagai tokohnya. Cerita yang saya bawakan murni karangan sendiri. (Mengarang bebas..hihi). 






Alkisah di sebuah negeri ada seekor kodok yang dijauhi temannya karena ia jarang tersenyum. Bahkan tak sedikit yang menyangka kodok tersebut galak karena raut wajahnya yang datar dan sinis. Sampai akhirnya ia sadar kalau teman-teman menjauhinya karena ia jarang tersenyum. Kemudian ia ketemu dede Izza, meminta tolong untuk melatihnya tersenyum. 

Pada saat ada dialog, “dede Izza tau ga?” Spontan ia jawab, “Enggak”. Lucu sekali sampai diulang pun tetap jawabannya seperti itu. Dongeng pun berakhir dengan tawa jenaka darinya. Namun Alhamdulillah, ia kini tau bagaimana senyum itu.


#GrabYourImagination
#Tantangan10hari
#GameLevel10
#KuliahBunsay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...