Gerimis hari ini seakan memapah hujan lebat akan datang. Benar saja, selepas dhuhur menuju ashar hujan turun dengan deras. Mengabulkan rasa kantuk untuk bertemu dengan bantal dan guling. Begitupun yang dirasakan oleh Izza tadi siang. Ia menikmati tidur siang lebih lama dari biasanya.
Ia bangun selepas ashar. Sambil masih berguling sana sini, saya tuntun ia untuk melantunkan doa selepas tidur. Kemudian saya ajak ia ke kamar belakang untuk menyaksikan atraksi alam. Ya, hujan yang sedang menari-nari menjadi aliran deras bak sungai kecil di saluran air selalu menarik untuk dipandangi. Terlebih diiringi bunyi rintik air hujan yang bersahutan.
Setelah agak lama, mungkin Izza bosan juga hanya termanggu menatap luar jendela. Ia mencari aktivitas lain. Flash card bertemakan binatang masih teronggok bekas empunya memakai sebelumnya. Sambil duduk ia melihat-lihat gambar flash card. Kebetulan hari ini saya belum memperdengarkan dongeng padanya. Saya jadi terinspirasi untuk menggunakan flash card sebagai tokoh dongeng. Walau agak jarang dengan karakter dongeng biasanya, apa salahnya untuk dicoba? Toh yang diambil adalag intisari dan kerangka berfikirnya bukan?
Cerita kali ini tentang si Tupai dan Kelelawar. Di suatu siang di dalam hutan, terdapatlah seekor tupai yang sedang memandangi atas pohon kenari yang lebat berbuah. Kala itu ia tengah lapar dan ditunggu oleh anak-anaknya yang juga lapar di rumah. Tanpa pikir panjang kemudian ia petik banyak buah kenari untuk ia makan dan bawa pulang. Tanpa sengaja, ketika ia memetik dan mengumpulkan buah kenari, buah kenari tersebut terjatuh mengenai sang kelelawar yang tengah tidur menggantung hingga ia terbangun.
“Aduuuh.. Siapa itu? Siapa yang berani-beraninya membangunkan aku di siang hari begini?” Tanya kelelawar sambil mengaduh kesakitan. Tupai yang tadi sibuk mengumpulkan buah kenari telah bersembunyi dibalik batang pohon. Namun, dengan berani ia kemudian mengaku bahwa dialah yang tak sengaja membuat sang kelelawar bangun. “Maafkan aku kelelawar. Aku tak sengaja menjatuhkan buah kenari yang ku petik. Kukira tidak ada yang sedang tertidur di bawah sana.” Jawab Tupai dengan berani. Tupai merasa berani karena ia benar-benar tidak sengaja menjatuhkan kenari yang membuat kelelawar bangun. “Kamu rupanya. Baiklah aku maafkan kamu, tapi segeralah pergi sebelum kamu menjatuhkan kembali kenari dan menimpaku.” Tandas kelelawar. Kemudian tupai tersebut pulang dengan membawa banyak kenari. Kelelawar pun melanjutkan kembali tidurnya. —SELESAI—
#Harike5
#GrabYourImagination
#Kuliahbunsay
#Tantangan10hari
#GameLevel10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar