Sabtu, 29 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke-7: Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual

Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan pendekatan yang terkait dengan seks yang tak diinginkan termasuk permintaan untuk melakukan seks dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks. 

Orangtua mesti membangun komunikasi dengan anak dengan cara:

  1. Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian
  2. Jangan cepat mengkritik dan mencela anak
  3. Hargai pendapat dan selera anak
  4. Jika anak bercerita tentang kejadian yang membahayakan tanyakan bagaimana anak mengatasinya

Sesi diskusi (Q&A)

Q1:

Bagaimana tanggapan teteh di daerah Sukabumi bahkan yang terbaru di Bekasi ada penculikan anak dengan kendaraan bermotor ? Bagaimana perlindungan keluarga yang terbaik ?

A1:

Menurut kami selain membekali anak dengan pengetahuan tentang bagaimana menjaga diri sendiri, disamping itu orang tua juga harus lebih extra dalam pengawasan anak. Jika jarak rumah dan sekolah cukup jauh, sebaiknya orang tua yang menjemput anak ke sekolah, jika anak masih usia SD. Atau jika anak dengan mobil sekolah, orang tua harus berkoordinasi dengan wali kelas dan terus mengingatkan anak untuk lebih waspada dan berhati-hati.

Dan tambahan, tanamkan pada anak jangan pernah sendirian harus selalu bareng sama teman teman, biasanya penculik itu mencari anak yang berpisah dengan temannya..

Kalau kondisinya dg motor ya mngkin kita bisa ajarkan anak utk berani berteriak ya...


Q2:

Bagaimana solusi atau tipsnya memberikan arahan kepada anak usia sekolah saat trjadi pelechan trhadap dirinya? Dan Bagaimana mengarahkannya supaya anak bisa mengatasi hal yg buruk tsb dengan minim trauma? 

A2:

untuk pertama kali yang perlu di tanamkan orang tua ke anak adalah
Bagaimana membangun bonding dan kedekatan dengan anak

Percayakan kepada anak bahwa apapun yang terjadi di dirinya dia harus cerita ke kita orang tuanya terutama ibunya, jelaskan ke mereka kalau mereka dlu ada diperut kita selama 9 bulan, jadi apapun yang terjadi sama dia, dia harus ceritakan ke kita. Kalau ada orang yang mengancamnya atau suruh tidak kasih tahu ke orang tua jangan percaya, yang mesti dipercaya adalah orang tuanya. Nah utk pertama mungkin bonding disertai pemahaman batas aurat mesti kita jelaskan ke anak.


#Harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Kamis, 27 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke-6: Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas

Materi kali ini diawali dengan definisi media digital dan seksualitas. Melalui media digital, berbagai informasi dapat dengan mudah diakses termasuk konten negatif sekalipun.  Berdasarkan penelitian End Child Prostution, Child Pornography, and Trafficking of Children for Sexsual Purposes ( ECPAT) Indonesia pada tahun 2017 pada 6 kota di Indonesia, sebesar 97% anak pada rentang usia 14-18 tahun sudah terpapar konten pornografi yang berasal dari internet. Penelitian ECPAT menunjukkan di tahun 2014 sebanyak 322 kasus kekerasan pada anak yang dipicu dari sosial media dan internet. Jumlahnya terus meningkat dari tahun 2011 sekitar 100 kasus. Dan kejahatan seksual lewat internet menjadi kategori kasus yang tinggi. 

Q1:
Bagaimana screen time yg baik untuk usia 2-3 thn ?

A1:

Baiknya tidak dikenalkan dlu. Namun jk sdh terlanjur kenal, maka screen timenya cukup maksimal 15-30 menit sehari, dan hanya satu kali.

Sebenarnya diusia ini anak-anak masih lebih mudah diarahkan atau dialihkan dengan aktivitas yang benar-benar disukai atau membuatnya tertarik

Screentime menurut WHO:
0- 18 bulan : tidak ada screentime
18 - 24 bulan : sangat terbatas. Tidak digunakan terus menerus. Hanya diperbolehkan untuk waktu tertentu
2-4 tahun : 1 jam per hari
4-6 th : 1,5- 2 jam
6 th : pembatasan dengan konsisten


Q2:
Adakah pengaruh positif media digital bagi perkembangan fitrah seksualitas anak? Jika ada, tolong jelaskan contohnya..

A2: 
Seperti yg sudah dibuka di awal ya teh, bagai dua sisi mata pisau.Walaupun yg kami soroti efek negatif, Insya allah tetap ada pengaruh positifnya.

Misalkan media digitalnya digunakan anak perempuan yg sedang hobi masak dengan membuka konten masak memasak, atau tutorial crafting.
Nah untuk lelaki misalnya berburu konten cara memperbaiki sepeda yg rusak ringan.


#Harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Fitrah Seksualitas Hari ke-5: Pentingnya Aqil Baligh Bersamaan

Apa itu aqil baligh?
Baligh adalah kondisi tercapainya kedewasaan biologis dengan kematangan alat reproduksi (usia 14-16).

Aqil adalah tercapainya kedewasaan psikologis, finansial, sosial, serta kemampuan memikul tanggung jawab syari’ah.

Idealnya fase aqil tiba bersamaan dengan fase baligh disebut aqil baligh.

Question #1: 
Sebaiknya Usia berapakah anak bisa secara mandiri diserahkan ke sekolah ? Misalnya pesantren ?

Answer #1:
Ciri paling genetik dan penting bagi generasi aqil-baligh adalah kemampuan untuk memikul tanggung jawab (mukallaf). Bermula dari tanggung jawab kepada Allah, yang akhirnya menjadi tanggung jawab pada diri, hak milik, kemanusiaan dan alam semesta. 
ketika anak sudah dilatih bertanggung jawab (usia 7- 12) terhadap diri sendiri contoh terhadap penampilan, kebersihan, kesehatan dan disiplin diri. Kemudian tanggung jawab terhadap Allah secara pribadi, bahwa islam mencintai keindahan, kebersihan itu bagian dari iman dsb. Orangtua harus memberi contoh teladan tentang hal-hal tersebut secara konsisten dan istiqomah. Contoh pada usia 10 thn anak sudah bisa diajarkan kemampuan membiayai dirinya sendiri jika menginginkan sesuatu.
Jadi pada masa anak mencapai usia 14-16 (aqil baligh) anak sudah benar2 matang mencapai aqil baligh secara bersamaan. Sehingga orang tua dapat mempercayai anak belajar lebih mandiri di tingkat sekolah yaitu pesantren.

Boleh nambahin teh kemaren dapat dari kajian ust Harry:
Sebelum 15 th, klo anak mau dipondokkan:
-Kalau bisa cari yg homestay, kebanyakan pesantren sekarang modelnya boarding. 
-Keluarga boyongan dekat pondok
-Cari pondok yg dekat dg keluarga yg bisa menggantikan sosok ayah ibu.

Sebelum masuk pondok (tsanawiyah) baiknya fitrahnya dipetakan dl.
Jangan memaksakan anak yg skor fitrah (spiritual) nya rendah utk masuk pondok agar tidak rebel.

Question #2: 
Bagaimana mengatasi keterlambatan Aqil, jika sudah terlanjur lewat, karena kesalahan dalam mendidik anak?

Menanggapi dari teh aisyah :

Bismillah, jangan takut terlambat, ketika gerbang sekolah ditutup bukan berarti kita terus telat ya teh 🤭😅

Mari kita berbaik sangka pada diri kita dan pada Allah. 

Tidak mungkin Allah membebankan kita dengan sesuatu yang kita tidak sanggup memikulnya.  Sehingga tidak mungkin ayah dan bunda melakukan kesalahan penuh sehingga ada pola yang perlu diulang 

Mari kita bahasakan dengan mengisi kekosongan, membasuh luka dan menyempurnakan.

Bila ada kasih sayang yang terbengkalai...maka curahkanlah kasih sayang itu sebanyak-banyaknya... dengan berbagai cara hingga anak tahu bahwa kita berusaha meminta maaf dengan sungguh-sungguh. 

Bila ada kesempatan bermain mengembangkan keterampilan gerak yang belum terpenuhi, berikanlah saat ini lewat pengalaman2 yang kongkrit dan terstruktur (misal...ikut club renang, club hiking). 

Semuanya dilakukan sambil tetap mendidik tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial. 

Jadi berjalan bersamaan
Laa Haula walaa quwwata illaa billaah

Senin, 24 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke-4: Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Peran Ayah dalam pandangan Islam

Dalam pandangan Islam, peran mendidik anak bukanlah mutlak kewajiban seorang ibu, justru dalam al-Quran lebih banyak menceritakan besarnya peran ayah dalam mendidik anak.

Ayah adalah pemimpin dalam keluarga, seperti yang tertera 
dalam QS An-Nisa ayat 34.

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..."

Dalam islam seorang anak akan ikut nasab ayahnya. Nasab adalah pertanggungjawaban yang akan diminta dari seorang ayah. Berhasil atau gagalnya seorang ayah akan dimintai pertanggungjawaban sesuai nasabnya.

Di dalam Al-Qur’an terdapat 17 dialog pengasuhan yang tersebar di sembilan surat. Jika kita bandingkan, ternyata dialog antara ayah dengan anaknya, lebih banyak daripada dialog antara ibu dengan anaknya. Jauh lebih banyak. Lebih sering, hingga 14 banding 2.

Ada dalam QS. Al-Baqarah ayat 132 dan QS. Yusuf ayat 67, QS. Luqman ayat 13 yang menceritakan kisah Luqman, Nabi 
Ya’qub, dan Nabi Ibrahim yang sedang mendidik anaknya.

 Peran Ayah atas Fitrahnya

A Man of Mission & Vision:
2. Professionalisme or Entrepreneurship
3. Thinking System Builder
4. Masculinity Supplier & Education Responsibility
5. Ego System & Eco System Builder:

Fatherless Country

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Elly Risman dari tahun 2008-2010, studi di 33 provinsi di Indonesia, 
menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara paling“yatim” di dunia. Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai fatherless country setelah Amerika.

>> Merupakan sebuah negeri yang ditandai keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, dan keterlibatan figur ayah secara signifikan dan 
hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah.

Akibat fatherlessness : 
1. Anak kehilangan rasa aman
2. Lebih sering tantrum, sakit dan 
buruk dalam penilaian kesehatan : fisik,emosional dan psikologis
3. Lebih mudah depresi, antisocial : pelaku bully atau korban bully, agresif, sensitive terhadap kritikan
4. Mudah terlibat kriminalisasi dan kekerasan
dan masih banyak lagi

Bagaimana Memaksimalkan Peran Ayah?
1. Menguatkan pondasi keimanan anak sejak dini.
2. Mendidik anak mulai dari aspek aqidah, akhlaq, sosial kemanusiaan dan jasmani
3.  Mengajarkan anak untuk membaca dan memahami Al-Quran
4. Menjadi figur ayah sebagai sosok lelaki sejati dan menjadi panutan bagi anak
5. Mendidik anak sesuai fitrahnya
6. Menambah ilmu dan 
wawasan.

Ayah pulanglah ke rumah!

Maksudnya, Ayah bersungguh meluangkan dan mengoptimalkan waktu untuk membersamai dan mendidik anak.  

Dampak Positif Peran Aktif Ayah

Ayah yang aktif dalam pengasuhan, mendidik, dan memberikan kasih sayang cukup akan membuat anak jadi :

1. Lebih sehat fisik dan mental

2. Lebih percaya diri

3. Bersemangat dalam mengeksplorasi potensi diri

4. Lebih Socialable , mudah berinteraksi , mudah 
berteman, dan mudah meyesuaikan diri

5. Lebih memiliki keberanian

6. Anak akan tumbuh sesuai dengan fitrah seksualitasnya

Question and Answer 

Q1. Bagaimana jika yang LDM dengan suami ? Mengoptimalkan peran ayah untuk anak ?

A1.
➖➖➖
Menurut kami, untuk mengoptimalkan peran ayah untuk anak saat kondisi LDM:

1. Dengan rutin menghubungi anak via telpon atau videocall pada saat jam istirahat atau saat luang, tanyakan kegiatan yang dilakukan anak seharian, bagaimana kondisinya dll

2. Memanfaatkan momen kebersamaan saat ayah pulang.
• Lakukan aktivitas yang menyenangkan bersama anak, misalnya mencuci mobil , olahraga, bermain pura-pura, memancing, berkebun dan banyak lagi yang seru-seru
• Membaca buku bersama anak, yang ini ga kalah seru karena akan terjadi banyak dialog , dan bonding akan terbentuk ..

3. Melibatkan ayah dalam setiap pengambilan keputusan.


Q2. Dalam agama kita lelaki ditugasi sbg pencari nafkah. Apabila dalam kondisi tertentu ternyata ayah kehilangan pekerjaan atau tdk punya pekerjaan, apakah hal ini akan mempengaruhi pada perannya dlm membangkitkan fitrah pada anak? (Baik seksualitas maupun yg lainny?)

➖➖➖

A2. Seharusnya tidak ya, selama ayahnya terus berusaha untuk mencari rezeki (bisa berdagang dll), namun jikapun belum mendapat pekerjaan ataupun usaha, ayah masih bisa berperan dengan baik kepada anak, sebagai sosok ayah yang memimpin keluarga.
Pada saat ini ayah bisa menjadi teladan dengan sikapnya yang pantang menyerah untuk selalu berusaha memenuhi kewajibannya. Kemudian juga bisa mengajak anak2 mendekatkan diri kepada Allah agar dipermudah segala sesuatunya. 

Pun ibu harus berusaha memahamkan atas peran ayah yang seharusnya agar tidak kehilangan wibawa dari sang anak.

#Harike4
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Minggu, 23 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke-3: Peran Orangtua Membangkitkan Fitrah Anak

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S At-Tahrim: 6)

 Materi diskusi kali ini diawali dengan visi utama keluarga muslim, yakni menjaga keluarga dari siksa api neraka. Dalam hal ini mengenai peran orangtua dalam tahapan fitrah seksualitas. Menurut Ustadz Harry Santosa, Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana Seseorang berfikir, Merasa,dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai Laki - laki sejati atau perempuan sejati. Peran orangtua harus selalu berdampingan dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak sesuai dengan tahapan usia anak.


Ayah adalah kepala sekolah dan ibu sebagai gurunya, sedangkan anak adalah siswanya yang dihantarkan agar lulus sebagai khalifahNya. Kepala sekolah dan guru harus bersinergi mencapai visi dan misi sekolah. Membangkitkan fitrah Seksualitas merupakan sistem dalam sekolah agar siswa dapat berkembang dan tumbuh seimbang menjadi laki - laki sejati atau perempuan sejati.


 Berikut Q&A hasil diskusi hari ke-3.

Q1:
Bagaimana menjelaskan pada si kecil, usia 8 tahun, laki-laki, tentang aurat, dia masih suka telanjang bulat, belum ada rasa malu, baik di rumah maupun di asrama?

A1: 
Usia 8 tahun termasuk Tahap pra akil baligh, peran orang tua menumbuhkan dan menyadarkan potensi gender, orang tua menjadi teman diskusi anak. Anak perempuan didekatkan dengan ibunya dan ibunya yang mengenalkan konsep aurat, begitupun anak laki2 dengan ayahnya. Agar lebih mudah dipahami

Bisa dimulai dari diri kita sendiri, orang tua memberi contoh dan memberi nasihat dengan bahasa yang mudah dimengerti kalau harus menutup aurat.  

Dikenalkan konsep rasa malu, diajarkan untuk tidak membuka baju sembarangan, dikenalkan batasan aurat, perbedaan batasan aurat laki2 dan perempuan. Yang terpenting perkuat bonding dengan orang tua.

5 langkah mengenalkan aurat pada anak Laki - laki 👦🏼

1. Masa tamyiz ( 7-10thn ) masa untuk mempertegas / mendisiplinkan anak Perkenalkan aurat yang boleh terlihat dan tidak terlihat " aurat " itu malu, aib atau buruk. Berarti aurat itu adalah sesuatu yang harus ditutup sehingga tidak dapat dilihat dan dipandang jelaskan dengan bahasa yang mudah dan dipahami "seksi" versinya. Kenalkan kecintaan dengan Allah SWT membuat aturan karena Allah sayang dan harus kita jaga. 

2. Meneladani kisah inspiratif atau idolanya boleh mendongeng bercerita tentang menjaga auratnya untuk laki - laki.

3. Disiplin dengan aturan membuka baju dan memakai baju di kamar mandi sendiri. teladani orang tua juga dengan aturan yg dibuat. 

4. Didekatkan oleh ayahnya karena cerita ayah berbeda dengan ibu, lebih mudah menyerap dan masuk logic anak. 

5. Berdoa, setelah ikhtiar yang kita lakukan doakan agar Allah melembutkan dan memahamkan anak kita dengan mudah. Allah sebaik baik penjaga anak kita.

Q2:
Kapan idealnya atau sebaiknya anak belajar memakai baju sendiri?

A2:
Menurut pendapat kami, fitrah kemandirian sudah boleh diperkenalkan sejak dini, bahkan ketika umur 2 thn anak sudah ingin memakai baju sendiri, namun dengan proses dan fase anak sendiri. 
Ketika disiplin wajib dipertegas ketika sudah 7-10 tahun yaa teh karena fase pra aqil baligh ini bisa bernalar baik buruk sehingga disiplin menggunakan baju di kamar mandi sendiri sudah harus diterapkan. Orang tua lebih berperan sebagai fasilitator.

Q3:
Bagaimana caranya mnyeimbngkn peran ayah dan ibu karena terkadang ayah waktunya sempit di rumah dan jika menelaah ala ilmu parenting kita merasa banyak kurangnya dalam mendidik anak?
Bagaimana menyamakan pemahaman dan aplikasinya?

A3: 
Peran Ayah dan Ibu idealnya seimbang yaa teh, pertama harus menyamakan visi misi keluarga karena seorang ayah bukan hanya menafkahi keluarga. Sarannya ajak Quality time berdua diskusi tentang pengasuhan kemudian diajak ikut seminar workshop pelatihan juga, salah satunya di ibu profesional ini. Sampai saya pribadi mempunyai WA yang isinya hanya berdua. menshare kan hasil diskusi, selebihnya percayakan mendidik versinya, dan banyak mendoakan suami.


NOTES:

Langkah Preventif Keluarga 
Ibu Elly Risman 

1. Fitrah Keimanan ajarkan anak selalu berdoa kepada Allah SWT dan taat padanya sejak kecil.

2. Perbaiki pola pengasuhan.Libatkan kedua belah pihak peran Ayah dan ibu, tingkatkan diri dengan seminar, workshop, pelatihan dan ilmu agama.

3. Perbanyak menggunakan perasaan. Gunakan dua telinga lebih sering dari satu mulut.

4. Dampingi anak ketika bermain, baca buku, bermain internet. Latih konsep berfikirnya bila menemukan tayangan/bacaan yang menyimpang

5. Ikhtiar terakhir setelah semua upaya adalah DOA. Karena Allah SWT yang melindungi keluarga kita.

#Harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Sabtu, 22 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke-2: Seberapa Pentingnya Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini

Materi kedua semakin mencerahkan dan meluaskan wawasan newbie seperti saya dalam menjalani status sebagai orang tua. Ternyata masih banyak yang selama ini belum diketahui betapa pentingnya mengajarkan pendidikan seksual terhadap anak. Berikut Q&A diskusi tadi malam.

Q1:
Bagaimana menjelaskan kepada anak usia 2 - 3 tahun darimana dia berasal? Anak saya melihat foto yang saya berdua dengan suami kemudian bertanya dia dimana? baby nya kemana? 😅🤭

A1: 
Ketika anak mengajukan pertanyaan "Dari mana aku datang?", mungkin pertanyaan spontan ini dapat membuat ayah dan bunda bingung untuk menjawabnya. Jangan menghindar atau mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain, justru ini adalah bagian penting dari pendidikan seks yang harus ayah bunda jelaskan. 

Berikan penjelasan yang logis sesuai dengan usia anak. Coba tunjukan, saat ibu hamil atau ada keluarga dekat yang sedang hamil. Katakan "kamu dulu juga dalam perut bunda, dan setelah sembilan bulan kemudian baru lahir". Jelaskan padanya bahwa karena ayah dan bunda saling sayang, maka dia ada dalam perut bunda.

(dikutip dari buku pedoman bagi orangtua dalam memberikan pendidikan seks pada anak sejak dini)

Boleh juga diperlihatkan foto atau ilustrasi orang lain atau secara langsung dipertemukan dengan ibu yang sedang hamil 😄

Jika anak dengan rentang usia 9-12 tahun Umumnya sudah mengalami menstruasi atau mimpi basah, hal ini menunjukan anak telah memasuki masa puber, orang tua harus memberikan gambaran yang pasti tentang pubertas dan segala konsekuensinya.

Bisa juga dengan menggali pertanyaan seberapa paham anak terhadap konsep hamil lalu orang tua melengkapi dengan bahasa yang sederhana 🙏🏻

Q2: Untuk poin macam-macam sentuhan  sebagaimana dijelaskan pada poster. Ada poin ke 2 sentuhan membingungkan. Itu bagaimana cara menjelaskan kepada anak intinya boleh atau tidak?Kalo boleh apa alasannya? klo tidak kenapa? Karena anak biasanya suka banyak bertanya.

A2:
Maksudnya adalah jika sentuhan tersebut tidak wajar dilakukan oleh orang lain yang si anak tidak kenal, baik kenal pun juga tetap waspada dan sebaiknya langsung menghindar atau dialihkan ke sesuatu yang lain. Karena terlepas dari kasus di luar sana yang terkadang yang melecehkan secara seksual adalah orang terdekat, perlu kita sebagai orang tua mengingatkan pada anak kembali ke poin area mana yang boleh disentuh dan tidak dan mengingatkan apabila si anak tidak nyaman dengan perlakuan orang terdekat tersebut sebaiknya menghindar.

Simpulan yang hendak disampaikan melalui diskusi ini adalah bahwa pendidikan seks untuk anak usia dini sangatlah penting untuk menjaga mereka jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Insyaallah seiring dengan pendidikan fitrah keimanan, anak akan kokoh dan tangguh menghadapi tantangan di masa depan.

#Harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...