Apa itu aqil baligh?
Baligh adalah kondisi tercapainya kedewasaan biologis dengan kematangan alat reproduksi (usia 14-16).
Aqil adalah tercapainya kedewasaan psikologis, finansial, sosial, serta kemampuan memikul tanggung jawab syari’ah.
Idealnya fase aqil tiba bersamaan dengan fase baligh disebut aqil baligh.
Question #1:
Sebaiknya Usia berapakah anak bisa secara mandiri diserahkan ke sekolah ? Misalnya pesantren ?
Answer #1:
Ciri paling genetik dan penting bagi generasi aqil-baligh adalah kemampuan untuk memikul tanggung jawab (mukallaf). Bermula dari tanggung jawab kepada Allah, yang akhirnya menjadi tanggung jawab pada diri, hak milik, kemanusiaan dan alam semesta.
ketika anak sudah dilatih bertanggung jawab (usia 7- 12) terhadap diri sendiri contoh terhadap penampilan, kebersihan, kesehatan dan disiplin diri. Kemudian tanggung jawab terhadap Allah secara pribadi, bahwa islam mencintai keindahan, kebersihan itu bagian dari iman dsb. Orangtua harus memberi contoh teladan tentang hal-hal tersebut secara konsisten dan istiqomah. Contoh pada usia 10 thn anak sudah bisa diajarkan kemampuan membiayai dirinya sendiri jika menginginkan sesuatu.
Jadi pada masa anak mencapai usia 14-16 (aqil baligh) anak sudah benar2 matang mencapai aqil baligh secara bersamaan. Sehingga orang tua dapat mempercayai anak belajar lebih mandiri di tingkat sekolah yaitu pesantren.
Boleh nambahin teh kemaren dapat dari kajian ust Harry:
Sebelum 15 th, klo anak mau dipondokkan:
-Kalau bisa cari yg homestay, kebanyakan pesantren sekarang modelnya boarding.
-Keluarga boyongan dekat pondok
-Cari pondok yg dekat dg keluarga yg bisa menggantikan sosok ayah ibu.
Sebelum masuk pondok (tsanawiyah) baiknya fitrahnya dipetakan dl.
Jangan memaksakan anak yg skor fitrah (spiritual) nya rendah utk masuk pondok agar tidak rebel.
Question #2:
Bagaimana mengatasi keterlambatan Aqil, jika sudah terlanjur lewat, karena kesalahan dalam mendidik anak?
Menanggapi dari teh aisyah :
Bismillah, jangan takut terlambat, ketika gerbang sekolah ditutup bukan berarti kita terus telat ya teh ðŸ¤ðŸ˜…
Mari kita berbaik sangka pada diri kita dan pada Allah.
Tidak mungkin Allah membebankan kita dengan sesuatu yang kita tidak sanggup memikulnya. Sehingga tidak mungkin ayah dan bunda melakukan kesalahan penuh sehingga ada pola yang perlu diulang
Mari kita bahasakan dengan mengisi kekosongan, membasuh luka dan menyempurnakan.
Bila ada kasih sayang yang terbengkalai...maka curahkanlah kasih sayang itu sebanyak-banyaknya... dengan berbagai cara hingga anak tahu bahwa kita berusaha meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
Bila ada kesempatan bermain mengembangkan keterampilan gerak yang belum terpenuhi, berikanlah saat ini lewat pengalaman2 yang kongkrit dan terstruktur (misal...ikut club renang, club hiking).
Semuanya dilakukan sambil tetap mendidik tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial.
Jadi berjalan bersamaan
Laa Haula walaa quwwata illaa billaah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar