Minggu, 23 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke-3: Peran Orangtua Membangkitkan Fitrah Anak

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S At-Tahrim: 6)

 Materi diskusi kali ini diawali dengan visi utama keluarga muslim, yakni menjaga keluarga dari siksa api neraka. Dalam hal ini mengenai peran orangtua dalam tahapan fitrah seksualitas. Menurut Ustadz Harry Santosa, Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana Seseorang berfikir, Merasa,dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai Laki - laki sejati atau perempuan sejati. Peran orangtua harus selalu berdampingan dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak sesuai dengan tahapan usia anak.


Ayah adalah kepala sekolah dan ibu sebagai gurunya, sedangkan anak adalah siswanya yang dihantarkan agar lulus sebagai khalifahNya. Kepala sekolah dan guru harus bersinergi mencapai visi dan misi sekolah. Membangkitkan fitrah Seksualitas merupakan sistem dalam sekolah agar siswa dapat berkembang dan tumbuh seimbang menjadi laki - laki sejati atau perempuan sejati.


 Berikut Q&A hasil diskusi hari ke-3.

Q1:
Bagaimana menjelaskan pada si kecil, usia 8 tahun, laki-laki, tentang aurat, dia masih suka telanjang bulat, belum ada rasa malu, baik di rumah maupun di asrama?

A1: 
Usia 8 tahun termasuk Tahap pra akil baligh, peran orang tua menumbuhkan dan menyadarkan potensi gender, orang tua menjadi teman diskusi anak. Anak perempuan didekatkan dengan ibunya dan ibunya yang mengenalkan konsep aurat, begitupun anak laki2 dengan ayahnya. Agar lebih mudah dipahami

Bisa dimulai dari diri kita sendiri, orang tua memberi contoh dan memberi nasihat dengan bahasa yang mudah dimengerti kalau harus menutup aurat.  

Dikenalkan konsep rasa malu, diajarkan untuk tidak membuka baju sembarangan, dikenalkan batasan aurat, perbedaan batasan aurat laki2 dan perempuan. Yang terpenting perkuat bonding dengan orang tua.

5 langkah mengenalkan aurat pada anak Laki - laki 👦🏼

1. Masa tamyiz ( 7-10thn ) masa untuk mempertegas / mendisiplinkan anak Perkenalkan aurat yang boleh terlihat dan tidak terlihat " aurat " itu malu, aib atau buruk. Berarti aurat itu adalah sesuatu yang harus ditutup sehingga tidak dapat dilihat dan dipandang jelaskan dengan bahasa yang mudah dan dipahami "seksi" versinya. Kenalkan kecintaan dengan Allah SWT membuat aturan karena Allah sayang dan harus kita jaga. 

2. Meneladani kisah inspiratif atau idolanya boleh mendongeng bercerita tentang menjaga auratnya untuk laki - laki.

3. Disiplin dengan aturan membuka baju dan memakai baju di kamar mandi sendiri. teladani orang tua juga dengan aturan yg dibuat. 

4. Didekatkan oleh ayahnya karena cerita ayah berbeda dengan ibu, lebih mudah menyerap dan masuk logic anak. 

5. Berdoa, setelah ikhtiar yang kita lakukan doakan agar Allah melembutkan dan memahamkan anak kita dengan mudah. Allah sebaik baik penjaga anak kita.

Q2:
Kapan idealnya atau sebaiknya anak belajar memakai baju sendiri?

A2:
Menurut pendapat kami, fitrah kemandirian sudah boleh diperkenalkan sejak dini, bahkan ketika umur 2 thn anak sudah ingin memakai baju sendiri, namun dengan proses dan fase anak sendiri. 
Ketika disiplin wajib dipertegas ketika sudah 7-10 tahun yaa teh karena fase pra aqil baligh ini bisa bernalar baik buruk sehingga disiplin menggunakan baju di kamar mandi sendiri sudah harus diterapkan. Orang tua lebih berperan sebagai fasilitator.

Q3:
Bagaimana caranya mnyeimbngkn peran ayah dan ibu karena terkadang ayah waktunya sempit di rumah dan jika menelaah ala ilmu parenting kita merasa banyak kurangnya dalam mendidik anak?
Bagaimana menyamakan pemahaman dan aplikasinya?

A3: 
Peran Ayah dan Ibu idealnya seimbang yaa teh, pertama harus menyamakan visi misi keluarga karena seorang ayah bukan hanya menafkahi keluarga. Sarannya ajak Quality time berdua diskusi tentang pengasuhan kemudian diajak ikut seminar workshop pelatihan juga, salah satunya di ibu profesional ini. Sampai saya pribadi mempunyai WA yang isinya hanya berdua. menshare kan hasil diskusi, selebihnya percayakan mendidik versinya, dan banyak mendoakan suami.


NOTES:

Langkah Preventif Keluarga 
Ibu Elly Risman 

1. Fitrah Keimanan ajarkan anak selalu berdoa kepada Allah SWT dan taat padanya sejak kecil.

2. Perbaiki pola pengasuhan.Libatkan kedua belah pihak peran Ayah dan ibu, tingkatkan diri dengan seminar, workshop, pelatihan dan ilmu agama.

3. Perbanyak menggunakan perasaan. Gunakan dua telinga lebih sering dari satu mulut.

4. Dampingi anak ketika bermain, baca buku, bermain internet. Latih konsep berfikirnya bila menemukan tayangan/bacaan yang menyimpang

5. Ikhtiar terakhir setelah semua upaya adalah DOA. Karena Allah SWT yang melindungi keluarga kita.

#Harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...