Jumat, 21 Februari 2020

Fitrah Seksualitas Hari ke -1: Pemahaman Perbedaan Gender

Hari ini hari pertama memasuki Game Level 11. Ada yang berbeda dengan game-game sebelumnya pada Game Level kali ini. Yang berbeda adalah metode menjalani tantangannya. Kali ini para mahasiswa ditantang untuk menyajikan materi per kelompok dengan sub tema yang berbeda setiap harinya. 

Sub tema pertama yang menggunting pita game level kali ini adalah Pemahaman Perbedaan Gender. Sebelum diskusi dimulai kelompok yang pertama tampil menyampaikan materinya berupa google document. Materi diawali dengan perbedaan antara seks dan gender menurut WHO. 

Menurut World Health Organization (WHO), gender adalah sifat perempuan dan laki-laki, seperti norma, peran, dan hubungan antara kelompok pria dan wanita, yang dikonstruksi secara sosial. Gender dapat berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lainnya, serta dapat berubah sering waktu. Sedangkan seks atau lebih akrab kita kenal sebagai jenis kelamin merupakan perbedaan yang bersifat biologis antara wanita dengan pria.





Diskusi berjalan lancar dengan dibuka oleh moderator dan penyampaian materi. Kemudian diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab. Adapun kesimpulan dari tanya jawab yang berlangsung dapat disampaikan sebagai berikut.

Q1: Bolehkah anak laki-laki memainkan permainan untuk perempuan ataupun sebaliknya? Misalkan permainan masak-masakan dimainkan laki-laki atau anak perempuan bermain mobil-mobilan.

A1: Dalam hal permainan, boleh saja dikenalkan, didampingi, dan diarahkan sebagai ilmu pengetahuan yang dieksplorasi oleh anak. Misalnya bahwa mobil adalah salah satu jenis kendaraan yang kelak dikendarai. 

Begitupun jika anak laki-laki bermain boneka, maka perankanlah ia sebagai sosok laki-laki dalam memainkan boneka. Mungkin bisa difasilitasi dengan boneka yang sesuai dengan jenis kelaminnya, agar anak tidak kehilangan identitasnya.

Menurut Ibu Elly Risman, anak usia dibawah 5 tahun, itu mainannya genderless, jadi bebas tidak dibedakan. Pada umumnya secara fitrah, anak diatas 5 tahun sudah bisa membedakan, atau lebih menyukai permainan sesuai gendernya.

Q2: Jika salah seorang dari orangtua tidak ada, bagaimana cara memenuhi kebutuhan fitrah seksual yang tertera di fase usia 7-10 yang mana laki-laki harus dekat dengan ayah dan perempuan dengan ibu?

A2:  Bisa didekatkan dengan paman atau bibi atau orang yang dituakan.

Q3: Gender adalah sifat perempuan dan laki-laki. Adakah klasifikasi khusus mengenai sifat-sifatnya, agar lebih dapat membedakan manakah yang termasuk sifat laki-laki dan manakah yang termasuk sifat perempuan?

A3: Sifat laki-laki, dan perwmpuan itu seperti norma, peran, dan hubungan antara kelompok pria dan wanita. 

Q4: Kenapa usia diatas 10 tahun malah anak laki-laki harus dekat dengan ibu begitupun dengan sebaliknya?

A4: 
anak laki-laki harus didekatkan dengan ibunya agar kelak jika ia dewasa bisa memahami secara empati kepada wanita

begitupun sebaliknya, agar kelak jika ia sudah dewasa bisa memahami bagaimana pria dari sosok ayahnya

Karena usia 10 tahun anak sudah memasuki fase pre-aqil baligh yang mana masa menyukai lawan jenis sudah dimulai.

Q5: Cara menjelaskan identitas seksualitas anak ke anak usia 3 tahun bagaimana ya teh supaya anak mudah memahaninya?

A5: Bisa dengan membedakan model pakaian, model rambut, panggilan, dsb


#Harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...