Senin, 02 Desember 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial: Hari ke 4: Give and Take

Seperti mengetahui hari ini hari Minggu, Izza bangun lebih siang dari biasanya. Padahal sedari kemarin sudah saya sounding jikalau hari ini ada undangan pernikahan dari tetangga untuk ikut dengan rombongan pengantin pria, dan jika mau ikut dede bisa bangun pagi. Mungkin ia lebih memilih bangun lebih siang dan tidak ikut pergi. Alhamdulillah, qadarullah ternyata lebih baik tidak berangkat. Pegawai dari KUA dikabarkan terlambat karena satu dan lain hal sehingga para undangan terlanjur hadir dan ramai sehingga kurang kondusif untuk balita. 

Saya manfaatkan dengan quality time bersama Izza. Walau setiap hari membersamai, tapi ada kalanya jika banyak saudara di rumah, ia lebih memilih bermain dengan mereka. Seperti malam Minggu kemarin. Kebetulan paman datang bersilaturahmi membawa serta bibi dan anak bungsunya yang berusia 4 tahun. Izza senang sekali memiliki tenan bermain sesama perempuan, yang notabene disini lebih banyak balita laki-laki, jadi ketika ada saudara perempuan yang bermain ia mungkin merasa ada temannya.

Seperti kebiasaan dalam keluarga kami, setiap berkunjung pasti “menitip” uang jajan untuk anak-anak. Saya mulai memberikan uang jajan pada si bungsu sebagai ajaran berbagi dengan sesama saudara. Saya ambil jatah uang tersebut dari jatah ZIS uang bulanan. Ternyata dari belakang, sang paman juga sudah mengepalkan uang kepada Izza. Apa yang kita berikan karena Allah SWT, pasti Allah ganti dengan lebih baik. Dan langsung tunai saat itu juga jika dibandingkan secara jumlah yang paman berikan pada Izza dan tantenya. Masyaa Allah.

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah: 245)

#Harike4
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...