Sabtu, 28 Desember 2019

Think Creative Hari ke-2: Telur Cubit

Beberapa hari ini nafsu makan Izza alhamdulillah meningkat. Ini kesempatan saya untuk memberdayakan diri menghadirkan menu-menu makanan lezat bergizi baginya agar nafsu makannya terjaga. Ternyata Izza suka dengar keberagaman menu makan antara pagi siang dan malam. Tidak mau satu menu seharian seperti yang bisa diterima orang dewasa pada umumnya. 

Setelah pagi hari, sarapan dengan sayur kesukaannya. Siangnya ketika ia terlelap, saya mencoba berkreasi membuat bola-bola kentang keju. Memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lemari es. Hanya perlu menambah 2 buah kentang saja.

Setelah selesai membuat bola-bola kentang keju, tergeletak bahan-bahan yang tidak habis dipakai, seperti sisa celupan berupa telur dan juga terigu. Supaya tidak mubadzir, akhirnya terinspirasi dari Mama agar dibuat adonan telur cubit saja. Kebetulan sudah lama tak membuatnya. Biasanya saya simpan begitu saja atau menggunakannya kembali untuk adonan menu yang sama, alhamdulillah kali ini bisa dimanfaatkan dengan cara yang lain.

#Harike2
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, 21 Desember 2019

Hari Pertama “Think Creative” :Happy Milad Ayah

Tantangan Game Level 9 telah dimulai. Semakin kesini ternyata semakin menantang. Berpikir kreatif. Hal yang selama ini sangat menantang bagi diri saya sendiri. Tapi segala hal yang tak mudah bukan berarti tidak mungkin bukan?

Tepat hari ini adalah hari milad ayah Izza. Saat yang tepat memadukan momen ini dengan menanamkan kreatifitas terhadap Izza. Setelah beberapa saat berpikir akan membuat apa untuk ucapan milad, akhirnya kami putuskan untuk membuat pop up birthday card. Walaupun pada awalnya sempat bingung mencari bahan-bahan pembuatannya, alhamdulillah setelah bongkar-bongkar kardus tempat barang-barang bekas, akhirnya ada beberapa bahan yang bisa di-recycle.

Kami buat birthday card yang sederhana saja. Dengan alat dan bahan pembuatan berikut.

  • Kertas tebal berwarna ukuran A5
  • Kertas HVS atau kertas apapun yang lebih tipis berwarna putih ukuran A5 agar bisa ditempelkan pada kertas tebal 
  • Gunting
  • Krayon atau alat pewarna
  • Lem (Saya menggunakan lem manual, a.k.a nasi)

Cara pembuatannya bisa diadopsi dari berbagai sumber. Kami adopsi bentuk dan cara pembuatan bentuk kuenya. Kemudian kami modifikasi hiasan ornamennya dengan memanfaatkan bagian tepi kertas loose leaf tebal tadi. Dan hiasan gambar dengan krayon. Jadilah seperti gambar dibawah ini.

 



Qadarullah, rasa penasaran Izza tergugah ketika bagian pop up nya muncul sehingga usia cardnya ga berlangsung lama. Hiks.. tapi gapapa, beruntung sebelum disobek sempat saya foto dulu.

#Harike1
#GameLevel9
#tantangan10hari
#ThinkCreative
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Selasa, 10 Desember 2019

Aliran Rasa Game Level 8 Cerdas Finansial: Rezeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari

Memasuki game level 8, lebih banyak merasa tertantang. Tertantang mengenai bagaimana caranya menyampaikan pengenalan tentang konsep rezeki, uang, dan sedekah kepada anak berusia 15 bulan. Akan tetapi, sedikit demi sedikit mencoba sehingga alhamdulillah bisa terlampaui 10 hari bersama Izza mengenal konsep rezeki dan finansial dasar. 

Bahkan yang lebih banyak belajar adalah saya sendiri. Memperbaiki pundi-pundi finansial yang sebelumnya serampangan tanpa presentase yang ditentukan. Asalkan zakat dan dapur tercukupi, sisanya pakai saja semaunya. Alhamdulillah, mulai bulan ini lebih teratur pembagiannya. Saya memakai konsep 10% ZIS, 10% hak orang lain (bayar listrik dan internet), 20% hak diri sendiri (masa depan: investasi, tabungan haji, dan pendidikan), dan 60% kebutuhan saat ini.

Terasa sekali perbedaannya. Saya cenderung menyukai hal yang teratur dan bagi saya perubahan konsep finansial ini menyenangkan karena terasa lebih teratur dan terbayang uang yang diamanahkan suami habis dipakai untuk apa saja dan apa yang menjadi prioritas kebutuhan, serta menjadi lebih efisien dalam penggunaan. Alhamdulillah, kegusaran ini terjawab sudah setelah sekian lama. Dan ternyata sangat sempit sekali pikiran kita jika menolok ukur rezeki hanya dari materi saja. Terima kasih Ibu profesional.

#Aliranrasagamelevel8
#Rezekiitupasti
#Kemuliaanharusdicari
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, 07 Desember 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial Hari ke 10: Ini Celenganku

Hari ini saya ajak Izza ke acara pernikahan teman SMA saya dan ayahnya. Alhamdulillah berjalan lancar jaya tanpa drama. Seperti kebiasaan pada umumnya di tempat hajatan seperti itu biasanya banyak pedagang baik jajanan maupun mainan. 

Sewaktu keluar dari gedung menunu perjalanan pulang, Izza tertarik dengan spot pedagang mainan. Saya beri arahan kalo kita beli mainannya nanti setelah dede nabung. Sesampai di rumah, ia lalu asyik bermain dengan Kaka. Saya sengaja menunjukan beberapa peralatan yang dikumpulkan. Rencananya hari ini ingin membuat prakarya berupa celengan untuk tabungan Izza. Walau belum selesai karena Izza lebih suka mengajak saya menggambar daripada menyelesaikan prakarya, jadinya saya gunakan saja dulu wadah kaleng kue bekas untuk celengannya untuk kemudian dihias lagi.


#Harike10
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Mendidik Anak Cerdas Finansial Hari ke 9 : Eksplorasi Dompet Bunda

Hari ini entah mengapa terasa agak melelahkan. Hingga siang hari ini sambil mengasuh, saya rebahan sebentar. Ternyata tidak sengaja saya tertidur sebentar. Dan ketika mata saya kembali terbuka.. jeng.. jeng.. jeng.. uang sudah tercecer dimana-mana. Terakhir kali saya sadar ternyata Izza sedang asik mengeluarkan isi tas yang tergeletak. 

Seperti biasa saya tidak ambil pusing karena saya tau, Izza sedang dalam masa-masa eksplorasi. Masih beruntung uangnya tidak sobek. Sambil membereskan isi dompet yang berserakan (uang receh.. hehe), saya kenalkan tentang uang. Apa itu uang, jenis-jenis uang, dan fungsi uang. Tentu dengan penjelasan yang sangat sederhana. Semoga Izza kelak bijak dalam mengatur finansialnya. Saya pun masih membereskan pengaturan finansial agar kelak juga bisa berbagi pengalaman dengannya.

#Harike9
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Mendidik Anak Cerdas Finansial Hari ke 8: Mengenal Uang Kertas

Seperti hari-hari biasanya Kaka datang untuk bermain ke rumah. Meski terkadang Kaka datang saat Izza tertidur, Kaka tetap  bersemangat bermain. Selain teman bermain, tentunya Kaka adalah partner dan referensi jajan bagi Izza.

Seperti siang ini, Kaka meminta jajan susu UHT. Otomatis Izza juga mau. Namanya Nenek itu surganya anak-anak. Tapi karena Izza juga kebetulan hari ini belum jajan, jadi sekalian jatah jajan hari ini saja. Sebelum jajan, Izza penasaran dengan lembaran uang 2000an yang diberikan untuk ia jajan. Ini saat yang tepat untuk mengenalkan Izza dengan uang. Saya terangkan dengan sederhana apa itu uang dan fungsinya serta dompet sebagai tempat penyimpanannya.

#Harike8
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Mendidik Anak Cerdas Finansial Hari ke 7: Rezeki Dipatuk Ayam

Hari itu Izza mendapat snack berupa urab singkong rebus. Salah satu panganan tradisional yang mungkin sudah langka di beberapa wilayah tanah sunda kini. Kemudian di pintu masuk ada seonggok urab yang mungkin tak sengaja jatuh oleh empunya. Dihadapan kami, sang induk ayam dengan anak-anaknya sedang “ngabring” kesana sini mencari makan. Padahal bisa jadi urab yang jatuh tadi adalah makanannya. Saya dan Izza asyik saja mengamati ayam-ayam tersebut. Sesekali Izza mengepalkan tangan kemudian membukanya seraya memanggil ayam-ayam tersebut. Ternyata ia meniru saya ketika memanggil ayam. Masyaa Allah bayi memang peniru ulung.

Lama-lama, sang ayam malah menjauh, masuk ke area kolam ikan yang kekeringan di bulan kemarau ini. Mengoreh dan mengoreh lagi. Tapi hasilnya nihil, karena semuanya hanya lumpur. Saya teringat pada urab yang terjatuh tadi. Kemudian saya lemparkan ke arah ayam. “Nak, selekat apapun kita menggenggam rezeki yang kita anggap untuk kita, namun jika itu adalah rezeki orang lain atau makhluk lain, ia akan tetap sampai pada pemiliknya. Begitupun sebaliknya. Sesulit apapun yang ada dibenak kita jika kita berikhtiar, Allah pasti sampaikan rezeki itu untuk kita.”


“Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). – (Q.S Hud: 6)”


#Harike7
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Mendidik Anak Cerdas Finansial Hari ke 6: Belajar Bersedekah

Hari Selasa. Harinya pengajian mingguan di kampung kami. Biasanya Izza tidak mau diajak berlama-lama di dalam mesjid. Mungkin karena cuaca panas dan banyak orang di dalam yang tidak ia kenal. Namun berbeda dengan minggu ini. Ia lebih dulu berangkat dengan Mama saya. Sedang saya masih berkutat dengan mandi dan lain-lain. 

Saat saya hampiri, ia sedang asik memegang kipas. Ya, cuaca masih panas meski sesekali diselingi hujan. Ia tersenyum kegirangan melihat saya datang. Langsung pindah ke pangkuan saya. Di tengah pengajian, seperti pada kebiasaan majelis pada umumnya, kotak infak dikelilingkan. Alhamdulillah, Ini adalah kesempatan berharga bagi saya mengenalkan Izza berinfaq sejak dini. Saya sengaja membawa uang untuk diinfaqan oleh Izza. Ketika kotak itu lewat, kami masukan uangnya. Sambil saya sampaikan bahwa Izza sudah bersedekah untuk infaq masjid. 

#Harike6
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Senin, 02 Desember 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial Hari ke 5: Es Krim Dede

Cuaca masih panas hari ini, meski kemarin turun hujan. Nikmat rasanya jika sambil makan es krim di cuaca seperti ini. Mengenai es krim, kebetulan hari ini anak tetangga yang biasa main dengan kaka, keponakan saya, datang dengan membawa mainan gerobak es krimnya. Mungkin ia ingat kalo mainan itu memang lebih cocok untuk perempuan, jadi ia bawa sambil berkunjung dan bermain di rumah kami.

Dede yang sedari tadi memperhatikan iklan, menunggu sang ulat muncul dalam sebuah iklan minuman, langsung tertarik dengan gerobak eskrim yang dibawa oleh Aa. Kebetulan dalam permainan tersebut dilengkapi koin sebagai uang mainannya. Pas sekali dengan materi kali ini tentang finansial. Mereka asik bermain peran. Aa sebagai pedagang es krimnya, sedang dede sebagai pelanggannya. Seperti sudah terbiasa, saya tidak terlalu berekspektasi lebih terhadap bayi 15 bulan. Bukan pesimis, hanya memang ia butuh adaptasi dengan hal baru. Sambil tetap saya jelaskan bahwa ia membeli eskrimnya dengan uang koin yang ada, ia asyik menggigit eskrim mainannya. Sontak acara “perdagangan” eskrim tersebut bubar karena saya melarang Izza memakannya.

#Harike5
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Mendidik Anak Cerdas Finansial: Hari ke 4: Give and Take

Seperti mengetahui hari ini hari Minggu, Izza bangun lebih siang dari biasanya. Padahal sedari kemarin sudah saya sounding jikalau hari ini ada undangan pernikahan dari tetangga untuk ikut dengan rombongan pengantin pria, dan jika mau ikut dede bisa bangun pagi. Mungkin ia lebih memilih bangun lebih siang dan tidak ikut pergi. Alhamdulillah, qadarullah ternyata lebih baik tidak berangkat. Pegawai dari KUA dikabarkan terlambat karena satu dan lain hal sehingga para undangan terlanjur hadir dan ramai sehingga kurang kondusif untuk balita. 

Saya manfaatkan dengan quality time bersama Izza. Walau setiap hari membersamai, tapi ada kalanya jika banyak saudara di rumah, ia lebih memilih bermain dengan mereka. Seperti malam Minggu kemarin. Kebetulan paman datang bersilaturahmi membawa serta bibi dan anak bungsunya yang berusia 4 tahun. Izza senang sekali memiliki tenan bermain sesama perempuan, yang notabene disini lebih banyak balita laki-laki, jadi ketika ada saudara perempuan yang bermain ia mungkin merasa ada temannya.

Seperti kebiasaan dalam keluarga kami, setiap berkunjung pasti “menitip” uang jajan untuk anak-anak. Saya mulai memberikan uang jajan pada si bungsu sebagai ajaran berbagi dengan sesama saudara. Saya ambil jatah uang tersebut dari jatah ZIS uang bulanan. Ternyata dari belakang, sang paman juga sudah mengepalkan uang kepada Izza. Apa yang kita berikan karena Allah SWT, pasti Allah ganti dengan lebih baik. Dan langsung tunai saat itu juga jika dibandingkan secara jumlah yang paman berikan pada Izza dan tantenya. Masyaa Allah.

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah: 245)

#Harike4
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...