Kamis, 28 November 2019

Hari ke 3 Mendidik Anak Cerdas Finansial: Ini atau Itu?

Setelah beberapa hari berkutat dengan demam dan pasca demam, alhamdulillah Izza sehat kembali. Cuaca panas begini berefek sekali sama kulitnya. Maunya digendong terus sehingga mainnya berkurang. Baju pun ditanggalkan, cukup memakai kaos dalam saja. 

Seperti biasanya setelah mandi sore, saya mengajaknya jalan jalan memakai sepedanya mengelilingi komplek rumah. Ketika melewati warung, Izza langsung tau didalamnya banyak pilihan jajanan. Ia memberi kode mengajak saya ke warung. Dan seperti biasanya, ia bukannya asyik memilih jajanan, ia lebih suka memandangi kemasan-kemasan jajanan dengan gambar-gambar yang begitu menarik. Ada salah satunya bergambar sapi karena mengandung susu. Ia menirukan suaranya, “Moo..” sambil menunjuk-nunjuk kemasan. Setelah puas memanjakan matanya dengan window shopping ala Izza, ia biasanya ingin mengambil satu atau 2 jajanan ke rumah, walaupun kebanyakan hanya dijadikan mainan. Setiap ingin mengambil jajanan ia memandang ke arahku sejenak. Seakan meminta persetujuan. Masyaa Allah, lucu sekali melihatnya. Saya sampaikan padanya, “ Boleh nak, asalkan beli makanan yang bisa dede makan ya.”

Awalnya ia memilih biskuit yang agak keras yang belum begitu sesuai jika ia makan dan lollipop dengan gambar sapi kesukaannya. Melihat temannya sedang menikmati biskuit lain yang lebih tipis dan mudah dimakan, ia ditawari dan mau. Saya tawarkan untuk menukar biskuit sebelumnya dengan biskuit yang sama dengan temannya. Dan alhamdulillah ia mau menukarnya, tanpa rewel, wasilahnya dengan kompro juga. Saya ingin Izza memiliki kemampuan memilih dengan kesempatan yang ada, dalam hal ini uang senilai 2000 untuk jajannya. Sehingga ia mengerti batasan nilai untuk dikeluarkan dan bagaimana menentukan pilihan. Meski tak sekompleks itu yang ia pahami, mudah-mudahan kebiasaan ini mengantarkan ia pada sikap bijak mengelola finansial saat besar nanti.

#Harike3
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, 23 November 2019

Hari ke 2 Mendidik Anak Cerdas Finansial: Rezeki Titipan Allah

Hari ini Izza sedang kurang nafsu makan. Jika saya tidak salah diagnosa, mungkin karena gigi taring atas bawah yang sedang berusaha menunjukan dirinya. Ya, hal ini membuat ibu-ibu seperti saya khawatir. Membayangkan perutnya lapar namun tak ada makanan yang masuk untuk dicerna selain air putih dan ASI atau sedikit cemilan buah atau remah biskuit. Mungkin saat ini itulah yang menjadi rezekinya. 

Saat saya menyusuinya adalah saat-saat yang begitu mengesankan dan memorable menurut saya. Sejak pertama kali hingga kini sama rasanya. Pandangan matanya menenangkan. Mungkin ini yang digadang-gadang qurrata a’yun. Izza menyusu sambil menepuk-nepuk ASI, kemudian menunjuk kaki dan tangan. Saya sampaikan padanya “Ini mimi dari Allah dititip ke Bunda buat dede.” Begitupun ketika ia menunjuk kaki dan tangannya. “Ini kaki dede, Allah titipkan  untuk melangkah ke tempat tempat baik nan mulia.” Sambil tersenyum ia mendengarkan. “Kalo ini tangan dede, Allah titip buat mengerjakan hal-hal yang baik dan bermanfaat.” Saya yakin ia mendengarkan dan memahami apa yang saya sampaikan meski belum mampu bertanya lebih dalam tentang apa yang saya sampaikan. Mungkin saat-saat ini melalui ASI dan cemilan saja rezeki untuk jasmaninya. Semoga nafsu makannya segera pulih. Semoga Allah memberikan rezeki dan keberkahan atas Izza dan kita semua.

#Harike2
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional


Jumat, 22 November 2019

Hari Ke 1 Mendidik Anak Cerdas Finansial: Rezeki Kenyamanan

Beberapa hari lalu ketika saya berkesempatan berselancar di salah satu media sosial, saya dapati salah satu video yang membuat hati saya pilu. Dalam video itu, seorang ayah sedang menggendong putrinya yang terkena serangan bom di Suriah. Sambil menggendong, ia menuntun sang anak untuk selalu ingat Allah. Siapapun orang tua pasti tak menginginkan hal itu terjadi. Teriring doa setelahnya, Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.

Siang ini, jarang-jarang Izza mengajak saya bermain di dalam kamar. Ia biasanya paling enggan jika diajak ke kamar. Mungkin karena dianggapnya akan diajak tidur oleh bunda. Hihi. Tapi siang ini ia senang sekali ketika berbaring di atas kasurnya. Guling sana guling sini. Sesekali saya mengikutinya sembari mengajaknya bercengkrama. Menyampaikan bahwa kita patut bersyukur atas rezeki-Nya ini. Rezeki perasaan aman dan nyaman dengan fasilitas yang Alhamdulillah lebih dari cukup. Mengingat kondisi saudara kita yang mungkin jauh memprihatinkan disana. Karena rezeki bukan hanya materi dan tak lupa mari sama-sama kita lantunkan doa terbaik kita untuk mereka.

#Harike1
#GameLevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, 14 November 2019

Aliran Rasa Game Level 7: Bintang Kecilku

Sepuluh hari pertama observasi kemilau Izza. Ternyata bayi itu memang pintar dan cepat perkembangannya. Ya, kamu begitu cepat tumbuh seiring dengan waktu, Nak! Bunda pasti merindukan saat saat ini. Selama sepuluh hari kemarin jika dicocokan dengan tipe tipe kecerdasan sebagaimana disampaikan dalam materi Cemilan Rabu mengenai Kecerdasan SLIM N BIL, kemilau Naturalis, Linguistik, dan Intrapersonal Izza mulai terlihat lebih dahulu dibandingkan tipe tipe kecerdasan lainnya.

Kecerdasan Naturalisnya berkilau kala ia senang menyentuh dedaunan, menikmati bunga yang bermekaran, dan lagi aksi menggemaskan ketika melihat kucing. Belum terhitung dengan antusiasnya ketika melihat cicak, mendengar suara nyaring tokek, hingga mengamati kepakan sayap kupu-kupu dan juga burung-burung yang hilir mudik berpindah terbang dari satu pohon ke pohon yang lain. Menirukan sang ayam berkokok dan juga asyik menyaksikan merpati yang hinggap di tangan Nenek ketika di beri makan.

Aksi gemasnya memanggil kucing dengan suara pelan dan tangan yang bergerak-gerak berkembang hingga dapat menirukan berbagai macam kosakata dan suara. Kecerdasan linguistiknya mulai berkembang pesat, haru sekaligus cemas karena harus mulai lebih berhati-hati dalam berkata.

Ia pun kini sudah dapat diajak berinteraksi. Menunjukan kemana arah pergi yang ia inginkan. Bahkan tak jarang ia mengadukan cerita yang ia alami sebelumnya terhadap keluarga di rumah. Ia kini dapat menjawab atau sekedar bercerita walau saya tak paham sepenuhnya tapi saya yakin dia mendengar dan mengerti. Setiap hari tumbuhmu adalah kebahagiaan bunda, Nak!

#aliranrasa
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Sabtu, 09 November 2019

Hari ke 10 Semua Anak adalah Bintang: Aku Mulai Bisa Berdiri, Bunda

Sepuluh hari pertama observasi kemilau Izza. Ternyata bayi itu memang pintar dan cepat perkembangannya. Ya, kamu begitu cepat tumbuh seiring dengan waktu, Nak! Bunda pasti merindukan saat saat ini. Selama sepuluh hari kemarin jika dicocokan dengan tipe tipe kecerdasan sebagaimana disampaikan dalam materi Cemilan Rabu mengenai Kecerdasan SLIM N BIL, kemilau Naturalis, Linguistik, dan Intrapersonal Izza mulai terlihat lebih dahulu dibandingkan tipe tipe kecerdasan lainnya.

Kecerdasan Naturalisnya berkilau kala ia senang menyentuh dedaunan, menikmati bunga yang bermekaran, dan lagi aksi menggemaskan ketika melihat kucing. Belum terhitung dengan antusiasnya ketika melihat cicak, mendengar suara nyaring tokek, hingga mengamati kepakan sayap kupu-kupu dan juga burung-burung yang hilir mudik berpindah terbang dari satu pohon ke pohon yang lain. Menirukan sang ayam berkokok dan juga asyik menyaksikan merpati yang hinggap di tangan Nenek ketika di beri makan.

Aksi gemasnya memanggil kucing dengan suara pelan dan tangan yang bergerak-gerak berkembang hingga dapat menirukan berbagai macam kosakata dan suara. Kecerdasan linguistiknya mulai berkembang pesat, haru sekaligus cemas karena harus mulai lebih berhati-hati dalam berkata.

Ia pun kini sudah dapat diajak berinteraksi. Menunjukan kemana arah pergi yang ia inginkan. Bahkan tak jarang ia mengadukan cerita yang ia alami sebelumnya terhadap keluarga di rumah. Ia kini dapat menjawab atau sekedar bercerita walau saya tak paham sepenuhnya tapi saya yakin dia mendengar dan mengerti. Setiap hari tumbuhmu adalah kebahagiaan bunda, Nak!

#aliranrasa
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Hari ke 9 Semua Anak adalah Bintang: Sang Peniru Ulung

Sore ini setelah mandi, tak biasanya Izza terkantuk dan memilih tidur daripada bermain atau sekedar jalan sore ke luar rumah. Selepas Maghrib ia bangun kemudian asyik bermain dengan tantenya.  Adalah hal yang tak diduga sebelumnya. Ketika saya bersin, Izza spontan bilang “Alhamdulillah” dengan ejaan bayinya. Seketika saya langsung menoleh ke arahnya. Masyaa Allah. Ternyata selama ini ia mengerti jika selepas bersin saya bilang Alhamdulillah dan ia ikuti.

Selepas magrib itu pula terlihat nenek Izza sedang menggunakan lotion selepas mandi. Ditirunya gerakan mengoles lotion ke badan dan kaki. Masyaa Allah, gemas sekali melihatnya. Ia juga mulai menirukan kata-kata kami, orang yang berada di sekitarnya. Kini saya harus mulai lebih berhati-hati dan memeriksa apakah adab saya sudah benar dan patut untuk dicontoh oleh si kecil. 

#harike9
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Hari ke 8 Semua Anak adalah Bintang: Be a Mechanics

Pagi ini Izza bangun dengan keluar sendiri dari kamar ketika saya pergi keluar rumah sebentar. Beruntungnya, sang kakek sedang ada di rumah. Setelah beres sarapan pagi, giliran Izza mandi pagi. Mandi pagi kali ini berlangsung lancar jaya tanpa drama. Alhamdulillah. 




Akhir-akhir ini kadang Izza bosan dengan bermain yang itu-itu saja. Sampai pada akhirnya setelah jam tidur siang, Izza bermain sepeda kecilnya. Ia sedang senang bongkar-bongkar. Ia merengek meminta membuka penutup baterai dan mengambil baterainya. Lalu terkadang dijatuhkan, kemudian diambil kembali. Begitu seterusnya. Saya biarkan ia sepuasnya dengan bongkarannya. Karena jika saya bereskan, ia tidak suka dan marah. Mungkinkah ia mewarisi keuletan seorang mechanics? Baarakallah, Nak!

#harike8
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Hari ke 7 Semua Anak adalah Bintang: Mandi Hujan

Sejak hari hujan Jumat kemarin, hingga kini hujan belum kunjung datang lagi. Air di saluran irigasi mulai kering kembali. Karena saat hujan waktu itu Izza tampak begitu tertarik, dan saat saat mandi adalah hal yang menantang akhir-akhir ini, maka saya terinspirasi dari hujan. Kenapa kita tidak membuat hujan buatan pada saat Izza mandi?


Akhirnya, saya berinisiatif membuat hujan hujanan dari gelas plastik bekas minuman. Caranya mudah sekali. Kita hanya tinggal melubangi bagian alasnya saja. Voila.. jadilah hujan buatan. Walaupun pada realitanya tak sesuai ekspektasi, Izza tetap asyik dengan mainan sederhana itu. Pada akhirnya ia jadikan gelas tersebut sebagai gayung. Namun, saat-saat mandi menjadi lebih menyenangkan. Saking asyiknya sampai tak sempat saya dokumentasikan. Masyaa Allah, sungguh senang melihat kamu tersenyum senang, Nak.

#harike7
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Rabu, 06 November 2019

Hari ke 6 Semua Anak adalah Bintang: Serunya Bermain Air

Dari siang menjelang sore hanya tinggal saya dan Izza di rumah hari ini. Setelah menyuapi Izza makan siang, kami bermain sepeda sambil menari nari diiringi musik dari sepeda. Sesekali ia becermin pada spion. Begitu menggemaskan melihatnya yang bergaya sambil mencoba berbicara.

Selepas waktu shalat Ashar, saya siapkan segala sesuatu untuk mandi sore Izza. Sambil menunggu air hangat, saya tuangkan air dingin ke dalam bak mandinya. Perlahan ia hampiri setelah sebelumnya ia tinggalkan karena bosan menaikinya sebagai perahu-perahuan yang tak berjalan.





Dan ketika saya kembali dari dapur, byaaaar.. lantai tengah basah, Izza sedang asik bermain air. Ia cipratkan kemana mana dengan girangnya. Izza kebasahan? Jangan ditanya lagi. Dari ujung rambut sampai ujung kaki tersentuh air. Semacam sudah mandi lebih dulu. Tapi semua itu melegakan. Ia tak takut air dingin, secara saya terbiasa memandikannya dengan air hangat karena cuaca disini yang cukup sejuk. Biasanya saat mandi ia tak mau diangkat dari bak mandi karena belum puas bermain air. Berbeda dengan kali ini, ia sudah lebih dulu cukup bermain dengan air, mengakhiri sesi mandi menjadi lebih mudah

#harike6
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Hari ke 5 Semua Anak adalah Bintang: Am I an Astronaut

Kini, saat saat mandi adalah hal yang menantang. Bukan karena Izza enggan mandi, sebaliknya ia malah tak mau diangkat dari bak berendamnya. Masih teringat ketika saya masih takut-takut memandikan bayi mungil yang bahkan harus ditopang tubuhnya ketika mandi. Kini, ia mampu menolak bahkan merengek ketika diangkat dari air.

Setelah drama mandi pagi, saya ganti kesenangannya dengan eksplorasi alat alat yang biasa ia kenakan yang saya taruh ke dalam toples. Seperti biasa, dia anteng bereksplorasi. Sesekali meminta bantuan saya untuk membuka tutup kemasan bedak atau minyak telon yang telah habis. Kemudian ia berpura-pura memakaikannya ke badan. Ia sedang dalam fase meniru. Masyaa Allah, bayi belajar begitu cepat. 





Setelah selesai dengan eksplorasinya, binar matanya tertuju pada toples yang kini isinya berhamburan kemana mana. Kemudian ia pakaikan toples tersebut di kepalanya. Lucu sekali (Masyaa Allah). Lalu didalam toples tersebut ia munculkan beragam ekspresi. Ada ada saja. Saya berdialog seakan ia adalah seorang astronot. Meski saya tahu ia belum bisa menjawab dialog yang saya berikan, tetapi saya yakin ia mendengar dan mengerti apa yang saya bicarakan. Mari kita eksplorasi dunia astronot dikemudian hari lebih jauh, Nak!

#harike5
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Selasa, 05 November 2019

Hari ke 4: Semua Anak adalah Bintang: Membaca Penawar Rindu

Sudah beberapa minggu ini interaksi Izza dengan buku cukup berkurang. Mungkin ia merasa bosan dengan isi buku yang itu-itu saja. Saya memang belum memberinya koleksi buku baru karena ingin berbenah dulu dengan sistem penyimpanan barang-barangnya. Sampai pada minggu ini saya coba suguhkan lagi. Salah satu buku kesayangannya adalah buku cilukba. Sambil bermain cilukba di belakang pintu kamar, ia menghampiri dan masuk kamar, berusaha mendekati letak buku tersebut. Dibukanya buku itu, ditunjuknya dengan kata “Ayah”. Rupanya ia ingat, pemeran dalam cerita tersebut. Sambil menatap ke arah saya seakan bertanya, “ayah mana bunda?”. Hati saya beberapa detik layu mengingat terakhir kali kami membacakan buku itu bersama-sama.


Terakhir membaca buku ini, ia hanya mendengarkan dengan seksama sambil sesekali menunjuk nunjuk. Sekarang, dalam selang waktu yang tak terlampau lama. Hanya berselang sekitar sebulan, kini ia sudah dapat menikmati cerita buku itu sendiri. Ia menunjuk tangan sang bayi dalam buku sambil menyamakan dengan tangannya. Atau bahkan ia menunjuk gambar anak perempuan sambil menepuk nepuk dada. Sesekali ia bilang “Dede”. Masyaa Allah, kamu tumbuh begitu cepat, Nak.

#harike4
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Sabtu, 02 November 2019

Hari ke 3 Semua Anak adalah Bintang: Selamat Datang Kembali Hujan



Setelah hampir genap setahun kemarau panjang, alhamdulillah kini daerah kami diguyur hujan kembali. Masyaa Allah, tabarakallah. Kini sumur sumur yang kering mulai terisi air kembali. Dedaunan yang kuning mulai menghijau.


Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (Q.S An Nahl 65)


Seharian ini turun hujan cukup lebat. Karena hujan, tak memungkinkan saya membawa Izza untuk bereksplorasi di luar. Sudah lama ia tak melihat rintik hujan turun. Seperti biasa, ditemani sang kaka, keponakan saya, Izza begitu senang ketika saya perlihatkan hari sedang hujan. Dengan jarak aman, saya tadahkan tangan Izza untuk menampung rintik hujan dari langit di teras rumah. Ia begitu tertarik melihat saya berpayung diantara rintikan hujan. Tentu ia tak saya bawa serta. Khawatir malah kehujanan. Menjelang sore ia merangkak perlahan keluar. Menyentuh sisa sisa percikan hujan yang membasahi lantai sebelum akhirnya saya mandikan. Suatu hari nanti, mari kita main hujan hujanan bersama ya, Nak. Karena sepertimu, bunda pun menyukai hujan. Dan dari sekian hari hujan dilewati, hujan kali ini begitu membahagiakan. Karenamu, dan karena musim kemarau akan telah berakhir.

#harike3
#GameLevel7
#tantangan10hari
#semuaanakadalahbintang
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional 

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...