Jumat, 27 September 2019

Aliran Rasa Game Level 6: Math is around us

Dari sekian game kelas bunda sayang yang telah dilalui, saya merasa hingga saat ini game level 6 ini lah yang membuat saya bersemangat dan berbahagia menjalaninya. Mungkin karena beririsan dengan kegiatan tumbuh kembang dan stimulasi yang biasa saya lakukan bersama Izza. Lebih tepatnya mungkin bukan hanya bersemangat dan berbahagia namun juga sejalan hingga timbul perasaan lega. Semangat dari hari pertama tantangan dimulai membuat saya optimis bisa bertahan hingga akhir. Sayangnya, ada beberapa kondisi menantang yang membuat saya masih harus mengalah terhadap pencapaian game ini meski sudah bagus pada start awal. 

Tapi bukan itu tujuan utamanya, yang terpenting adalah sampainya nilai-nilai yang dimandatkan melalui game ini. Karena si buah hati baru menginjak usia genap satu tahun, maka nilai matematika yang disampaikan masih seputar bentuk dan warna. Beberapa respon membuat saya takjub, ternyata ia lebih cepat mengerti. 


Senangnyaa.. semoga semangat ini senantiasa mengakar dan bertumbuh dari waktu ke waktu.

#AliranRasaStimulasiMatematikLogis
#GameLevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, 21 September 2019

Matematika Logis Hari ke-10: Gajah Warna Warni

Embun di dedaunan mulai bergelayut. Mentari mulai menembus lorong lorong dedaunan. Hangat dan segar pagi hari ini. Semoga saudara-saudara di Riau dan Kalimantan sana juga dapat segera menikmatinya.

Seperti sudah terbiasa dengan jadwal tidur Izza yang sekarang bergeser bangun lebih awal, pagi ini saya langsung mengajaknya jalan pagi menikmati udara segar dan hangatnya sapaan mentari menerpa wajah kami. Sepulangnya, anak tetangga sudah stand by ingin bermain bersama Izza. Terlebih mobil-mobilan milik kaka sudah terparkir di teras. Kemudian kami memutuskan untuk bermain mobil-mobilan.

Sampai di suatu titik di teras, Izza asik menatap dan menunjuk-nunjuk sesuatu. Ternyata itu adalah perlak yang biasa ia gunakan untuk mandi. Awalnya saya pikir ia mengajak untuk mandi. Ternyata ia sedang menunjuk gambar gajah bermacam warna.

Wah, apa itu Nak? Sekelompok gajah ada di perlak dede ya?! Ada warna apa saja gajahnya? Ungu ya? Mana lagi yang ungu? Ini warna apa? Biru ya?” Begitu hingga selanjutnya sesi mandi tiba.

#harike10
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Matematika Logis Hari ke-9: Assalamu’alaykum.. Pakeeett!

Pagi ini bunda hampir kehabisan akal mengajak bermain Izza. Sampai pada akhirnya, paket dari Kakek dan Nenek Izza sampai. Berawal dari Video Call bersama Kakek. Sambil berbincang, sang Kakek menunjukan beberapa mainan kesayangan Izza disana. Salah satunya bola-bola berwarna warni. Izza ingin mengambil bola itu. Hanya saja mungkin dalam benaknya kita satu lokasi, kemudian tinggal ambil. Izza menangis karena tak kunjung mendapat apa yang ia mau. Atas inisiatif sang kakek, mainan-mainan tersebut dikirimnya ke alamat kami.



Hingga hari ini, paket itu tiba. Dan.. yeay! Izza senang sekali, terlebih melihat ada boneka kesukaannya yang juga ikut dikirimkan didalamnya. Langsung ia peluk boneka tersebut. Lalu main bola yang sudah ia idam-idamkan. Saat itu Izza bermain bola sambil saya sebutkan warna-warna yang ada pada bola tersebut. “Ini warna ungu ya, nak.. bla.. bla.. dst”

Akhirnya hari itu terselamatkan dari kebosanan dengan datangnya paket mainan. 

#harike9
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Minggu, 15 September 2019

Matematika Logis Hari ke-8: Mengenal Warna dari Buku

Hari demi hari, saya dibuat takjub oleh Allah melalui tumbuh kembang yang ditunjukkan Izza. Semalam, di tengah malam ia tiba2 terbangun dan sudah merangkak sampai depan pintu kamar. Kemudian saya ajak untuk tidur kembali. Paginya, seperti biasa ia ingin berjalan jalan keluar. Menghirup udara pagi. Pagi ini ia ingin lebih lama di luar. Mengejar ngejar sekumpulan anak bebek yang sedang digiring induknya. “Nak, lihat! Ada rombongan anak bebek. Masih kuning ya warnanya, beda sama induknya yang berwarna putih hitam.” Izza senang meng”huss-huss” anak-anak bebek tersebut.



Sepulangnya jalan-jalan, Izza meraih buku-bukunya. Dibukanya salah satu buku tentang hewan peliharaan. Izza suka sekali melihat gambar kucing. Sambil membuka halaman per halaman, saya ajak Izza mengenal warna melalui gambar dalam buku tersebut. “Lihat, Nak! Ada kucing ya. Kucingnya lagi apa ya? Lagi ngejar kupu-kupu ya? Kucingnya warna apa yg ini yaa.. warna orange ya?” Dan begitu seterusnya di setiap halaman yang dibuka.

#harike8
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, 14 September 2019

Matematika Logis Hari ke-7: Bunga di Pagi Buta

Seperti biasa, Izza bangun lebih pagi dari biasanya. Ba’da shubuh kini ia terbangun. Kemudian menunjuk nunjuk lampu yang masih menyala. Setelah membaca doa ia kemudian mengajak bermain di ruang tengah. Ia tertarik dengan pillow book yang ada disana. Salah satu halaman favoritnya adalah halaman yang berisi bunga yang terbuat dari flanel yang dipasangkan ke kancing.




Izza memintaku membuka kelopak bunga kain felt berbeda warna. Saya buka satu per satu kelopak bunga dari kancingnya. Setiap membuka kelopak bunga, saya sebutkan warnanya. “Izza mau kelopak bunganya ya? Kelopaknya ada 3 ya, Nak. Yang ini warna Pink, yang ini Ungu, dan yang ini Kuning.” Kemudian dia asik menggenggam kelopak-kelopak bunga tersebut. Sekali waktu dia lepaskan, kemudian dia meminta kancing yang terpasang juga ikut dilepas. Saya jelaskan padanya bahwa kancing tersebut dijahit sehingga tidak bisa dilepas pasang. Akhirnya saya hanya memberitahu tentang warna warna kancing tersebut.

#harike7
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, 12 September 2019

Matematika Logis Hari ke-6: Eksplorasi Menuju Posyandu

Pola tidur Izza kian berubah. Yang pada mulanya tidur larut malam dan bangun agak siang kini berubah menjadi tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Sambil menunggu matahari menggeliat memancarkan sinarnya, kami isi dengan berjalan jalan di sekitar rumah. Mengamati burung, bebek, ayam, ataupun kucing yang kebetulan sedang nongkrong asik disana. 

Sekitar pukul 9 pagi, Izza selesai mandi. Dari ujung jalan terdengar pengumuman melalui speaker mesjid bahwa hari ini jadwal bayi dan balita untuk datang ke Posyandu. Seketika saya bergegas bersiap siaga untuk pergi kesana agar cuaca tidak terlalu panas pas pulang. Izza bersemangat ketika melihat saya sudah memakai gendongan hipseat. Tak lupa juga saya kenakan payung. 

Awal perjalanan disambut dengan pemandangan helikopter yang melintas di atas langit. “De, lihat! Ada helikopter melintas. Wah, bunyinya gmn de? Whuzzz begitu ya.” Begitu ucap saya berupaya menjelaskan pertemuan pertama Izza dengan helikopter. Menyusul di belakang helikopter berikutnya. “Masyaa Allah, ada lagi Nak helikopternya di belakang. Kali ini warnanya biru ya, Nak.” Izza tertarik dengan menunjuk nunjuk helikopter tersebut.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Sepanjang mata memandang, terlihat para ibu dan bapak tani sedang memanen padi yang sudah kian menguning. Saya ajak Izza untuk menyapa mereka. Juga menjelaskan bahwa mereka sedang memanen padi yang selanjutnya dijemur dan digiling agar menjadi beras.

Maju sedikit dari persawahan, Izza bertemu dengan para ikan mas yang sedang berenang di air air yang tersisa di kolam. Kampung kami sedang mengalami keterbatasan aliran air irigasi karena ada perbaikan saluran irigasi. Hal itu berimbas pada jadwal penyaluran air irigasi yang hanya dilakukan pada akhir pekan yakni hari Jumat dan Sabtu.

Awalnya saya tidak sadar Izza memperhatikan ada sesuatu di kolam. Ternyata dia tahu bahwa ada ikan di kolam itu. Sampai ia menunjuk-nunjuk dan meminta perhatian saya. “Kenapa, Nak? Oh ada ikan ya? Warna apa ya ikannya cerah begitu ya,Nak? Orange ya warnanya?!” Izza sibuk menunjuk-nunjuk sambil kegirangan.

Sampai di Posyandu, Izza terkantuk kantuk. Sayangnya ia tidak nyaman tidur dalam gendongan kali ini sampai akhirnya tak juga tertidur pun ketika sampai rumah.  Sepanjang perjalanan pulang ia juga asyik mengamati ikan-ikan tadi.

#harike6
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Rabu, 11 September 2019

Matematika Logis Hari ke-5: Mainan Favorit Baru

Bersamaan dengan kumandang adzan shubuh, tak biasanya Izza bangun. Sengaja tak saya tidurkan kembali ketika memang ia sudah cukup tidur atau terlihat tak begitu mengantuk. Selepas sholat shubuh, sambil bertilawah, saya dampingi ia bermain. Biasanya ia tertarik dengan Alquran besar milik Mama yang seringnya saya pinjam. 

Setelahnya, ia berpindah perhatian pada kotak tempat penyimpanan mainan dan meminta saya untuk mengambil salah satunya dengan bahasa bayinya yang kini semakin berkembang semakin hari. Ia menunjuk pada mainan yang seharusnya dipasang di stroller. Berhubung bobotnya semakin bertambah, alhasil sampai ga kuat stroller menahan beban hidupnya. Hehe.

IMG_0699.jpeg

Awalnya Izza tak terlalu suka dengan mainan tersebut. Mungkin karena usianya belum cocok. Sekarang baru dia suka memainkannya. Awalnya dia belum mengerti what to do sama mainan itu. Sampai akhirnya saya contohkan. Dan.. keasyikan deh sampai sekarang. Sambil bermain, saya kenalkan pada bentuk dan warnanya. “Masyaa Allah, udah bisa main ini ya, Nak? Ini ada bentuk persegi, warna apa ya persegi nya? Oh, kuning cerah ya, Nak. Kalo yang ini bentuk bintang, warnanya apa ya? Merah ya? Kalo yang ini apa warnanya? Ungu ya?!” Izza menyimak sambil menggeser posisi bentuk-bentuk tersebut. Ternyata selain mengenal bentuk dan warna, melalui mainan ini Izza bisa berlatih motorik halus juga dengan menggeser posisinya.

#harike5
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Senin, 09 September 2019

Matematika Logis Hari ke-4: Happy Bathing

Hawa dingin masih menyelimuti pagi di Tasikmalaya. Perlu waktu untuk beradaptasi dari cuaca terik di Bogor dengan dingin di Tasik. Izza bangun seperti biasa sekitar jam 7. Kali ini ia berkesempatan bermain dengan Kaka yang sudah bersiap untuk berangkat sekolah. 

Setelah jalan pagi, matahari mulai menghangati langit bumi Tasikmalaya. Izza siap mandi, segarnya mandi kemudian berjemur di bawah hangat sinar mentari. Kini saya siapkan bebek mainan dan bola bola plastik untuk menemani shaliha mandi. Senangnya melihat ia bermain dan mandi dengan senang. Saya perkenalkan warna dari bath toy nya. “Wah, hari ini dede mandi ngajak bebek sama bola ya? Kasih sabun jangan buat mereka, Nak? Bebeknya ada berapa, Nak? Warnanya berbeda beda ya, Nak?Ada warna apa ini? Hijau sama Kuning ya? Bolanya warna apa, Nak? Merah ya?! Dede suka mandi bareng bebek dan bola?!” Begitu kira kira percakapan kami ikut menghangatkan pagi itu. Walau sudah dari dulu melakukan hal seperti ini, kadang jika ia terlihat bosan saya lebih suka memandikan ia tanpa mainan sehingga ia fokus main air. Alhasil, basah kemana mana, tapi semua terbayar dengan senyuman manis yang melengkung dari si kecil.

#harike4
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Sabtu, 07 September 2019

Matematika Logis Hari ke-3: I Got It

Pagi ini dingin seperti pagi-pagi sebelumnya. Seperti pagi sebelumnya pula, Kaka datang ke rumah sebelum berangkat sekolah. Saya masih penasaran, apakah ia paham dengan konsep perkalian sederhana yang kemarin saya jelaskan melalui kegiatan mandi yang ia kerjakan. Lalu kemudian saya langsung bertanya padanya. “Ka, jadinya sehari berapa kali mandi?” “ Satu kali subuh tadi.” Jawabnya singkat. Alhamdulillah di hari ketiga akhirnya ia paham.

Di siang hari, saya asyik bermain bersama Izza. Ia ambil salah satu buku favoritnya. Dalam bercerita tentang hewan hewan dalam buku tersebut terkadang saya bertanya tentang jumlah hewan, warna, maupun bentuk.

#harike3
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang

@institut.ibu.profesional

Jumat, 06 September 2019

Matematika Logis Hari ke-2: Hiburan ala Matematika

Setelah semalam bermain hingga agak larut malam, sepagi ini Izza masih terlelap dalam tidurnya. Entah mengapa akhir-akhir ini ia selalu terjaga hingga larut malam. Padahal mama nya sudah spanneng dari pukul 9. Semalam sebelum tidur ia bermain puzzle yang beraneka warna dan bentuk. Ia begitu asyik membongkar namun masih belajar memasang. Sengaja hasil bongkarannya saya kelompokan berdasarkan warna. Sambil mengasah kemampuannya mengenal warna, saya juga kenalkan bentuknya. Sama seperti yang disampaikan pada saat diskusi game level 6 ini di kelas Bunsay kemarin bahwa indikator kecerdasan matematika logis anak usia 0-1 tahun adalah mengenali warna dan bentuk.

Sepagi ini pula Kaka, sang ponakan, datang ke rumah sebelum berangkat sekolah seperti biasanya. Sayangnya, Izza masih saja terlelap. Iseng saya bertanya padanya. “Ka, pagi ini dingin ya?” Saya membuka percakapan tentang beberapa hari ini cuaca pagi mendukung agar tarik selimut lagi. Ia hanya menganggukan kepala. Pagi hari ia biasanya tak banyak bicara, mungkin masih jetlag bangun tidur. Hehe. “Tadi Kaka mandi dulu ga?” Lanjut tanya saya. Dia masih saja hanya mengangguk. “Berapa kali memangnya Kaka mandi sehari?” Sengaja saya uji pemahaman tentang makna kali dalam sehari yang menjadi bahasan kami kemarin. “Hmm.. dua.” Jawabnya singkat. “Kapan aja emang, Ka?” Tanyaku lagi. “Tadi shubuh..” jawabnya belum selesai. “Terus satu lagi?” “Tadi kan udah mandi subuh.. satunya lagi.. subuhnya lagi” sontak saya tertawa. Anak-anak memang polos yaa..

Hari itu dilanjutkan dengan bangunnya Izza. Seperti dalam lagu, ‘bangun tidur ku terus mandi’, Izza pun begitu. Sebelum mandi ia sempat manja-manja dalam pangkuan. Tertarik pada kancing baju yang saya kenakan. Menyentuh sambil memainkannya. “Apa itu nak?” Tanyaku. “Kancing ya?! Warna apa kancingnya? Putih ya? Ada berapa kancingnya. Kita hitung sama-sama yuk. Satu.. Dua.. Tiga. Ada tiga kancing ternyata ya Nak.” Percakapan berlanjut dengan pengenalan warna dan bagian tanaman yang ada di halaman. Ternyata matematika logis sedekat itu dengan kehidupan.

#harike2
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang

@institut.ibu.profesional

Rabu, 04 September 2019

Matematika Logis Hari ke-1: Aku, Kita, dan Matematika

Awalnya saat game level ini meluncur, ada pertanyaan dibenak saya, “apakah matematika sesulit itu?”, tanya saya dalam hati. Sampai jawabannya terbuka, masyaa Allah, dengan kejadian hari ini bersama keponakan saya yang baru berusia 5 tahun.

Seperti biasa, rutinitas newmom di pagi hari berkutat dengan pekerjaan domestik. Hingga si kecil bangun meminta waktunya untuk kemudian jalan pagi. Saya membiasakan jalan pagi sore bersama anak bayik ini agar tidak melulu di rumah dan ia tidak merasa bosan juga belajar bersosialisasi. Dengan jalan pagi atau sore seperti ini, ia bisa banyak belajar dengan mengeksplor alam dan lingkungan di sekitarnya

Selagi kita melihat lingkungan sekitar, seperti biasa Izza suka sekali dengan hewan-hewan yang ada ketika kita lewati. Terlihat adq bebek yang sedang asyik menyantap makanannya. “De, lihat nak! Itu ada bebek. Bebeknya sedang apa ya? Oh, sedang makan ya, Nak?! Bebeknya ada berapa ya? Yuk kita hitung sama sama. Satu.. Dua.. Masyaa Allah, bebeknya ada dua ya, Nak?!” Begitu kira kira percakapan kami ketika melihat bebek. 

Kemudian sepulangnya ke rumah, Izza bermain dengan kotak berisi beberapa mainan. Di dalamnya termasuk buku, salah satu benda kesukaan Izza. Yang ia pilih kali ini adalah buku tentang hewan peliharaan. Dia selalu tertarik ketika melihat gambar kucing, sampai bunyinya pun terkadang ia tiru. Dia menunjuk gambar kucing dalam buku itu. “Apa itu, Nak? Gambar kucing ya?! Meow?! Kucingnya sedang apa? Oh sedang mengejar kupu-kupu. Kupu-kupunya bagus ya, Nak?! Kupu-kupunya ada berapa ini? Kita hitung bareng bareng yuk! Satu.. Dua.. Tiga.. Wah, kupu-kupunya ada tiga ya?” Kemudian ia menunjuk salah satu kupu-kupu dengan warna pink. “Dede suka kupu-kupu yang itu ya, Nak?! Warna apa itu kupu-kupunya? Pink ya? Dede suka warna pink? Izza sukanya warna apa?” Begitulah dialog yang sering saya lontarkan ketika Izza tertarik pada sesuatu. Dan saya tidak menyangka bahwa itu bisa menjadi basic untuk menstimulasi matematika logis pada anak. Alhamdulillah ternyata selama ini apa yang saya sampaikan sesuai. Adalah kelegaan bagi seorang ibu ketika mengetahui apa yang ia lakukan untuk anaknya sudah sesuai dengan kaidah.

Sampai pada sore hari, keponakan saya yang akrab dipanggil Kaka datang bermain ke rumah. Kala itu Izza masih terlelap. Sampai kita pada percakapan tentang menyikat gigi. “Kaka suka menyikat gigi engga?” Tanyaku. “Suka setiap hari. Ateu yang ga suka sikat gigi.” Jawabnya meledek. Hehe. “Yey, ateu mah sikat giginya juga 2 kali sehari. Kaka berapa kali coba?” Balasku. “Ya setiap hari atuh, masa sehari 2 kali?!” Jawabnya menganggap sehari 2 kali sama dengan 2 hari sekali. Haha lucu sekali berbicara dengan anak anak itu. “Iya Ka, sehari 2 kali itu maksudnya sikat giginya 2 kali dalam satu hari. Satu kali pas pagi hari, satu lagi sebelum bobo malam hari. Gitu.” “Kayak Kaka makan dalam satu hari berapa kali? Kaka udah makan berapa kali tadi” tanyaku melanjutkan. “Sekali.” jawabnya singkat. “Pagi-pagi ga makan memang?” Tanyaku lagi. “Makan sama ayam.” Balasnya. “Jadi, Kaka udah makan berapa kali? Dua ka..lii..” Jelasku. “Kalo nanti malam makan lagi, Kaka jadinya makan 3 kali sehari. Begitu Ka.”

Saat itu, saya menyadari saya masih memakai kacamata orang dewasa terhadap anak-anak. Menganggap hal sepele seperti itu harusnya sudah mudah diketahui oleh anak anak seusia Kaka. Namun, saya keliru. Masa anak anak adalah masa eksplorasi dan masih belum mengetahui banyak hal. Belum mengerti banyak hal yang sejatinya orang dewasa sekitarnya lah yang harus bersabar membimbingnya.

#harike1
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang

@institut.ibu.profesional

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...