Hari ini berjalan indah seperti
biasanya. Suara riang tawa keponakanku yang sedang masa-masanya penuh imajinasi
bersahutan dengan suara cooing si cantik, anakku. Karena keponakanku ini
sedang belajar berpuasa juga, mungkin kegiatannya berlari bermain kesana kemari
menguras cadangan cairannya. Ia pun hanya berpuasa setengah hari lalu kemudian
berbuka. Masyaa Allah, suatu pencapaian yang cukup luar biasa bagi anak dengan
usia yang bahkan belum genap 5 tahun. Namun, kemandiriannya memang masih perlu
banyak dilatih untuk ditanamkan. Namanya juga anak-anak yang masih dalam fase
egosentris. Positifnya, ponakanku ini cepat tanggap dan mudah diarahkan. Masyaa
Allah.
Kebetulan kala itu ia menemaniku
bermain dengan si kecil. Ia bilang haus ingin minum, lalu tak saya tunda lagi. Saya
gunakan kesempatan ini untuk menuntunnya belajar mengambil minum sendiri. Saya
juga gunakan jurus komunikasi produktif dengan mengganti dengan kata “bisa”, intonasi yang
ramah, dan KISS (Keep it short and simple). Kurang lebih begini dialog kami.
(K untuk keponakan, S untuk saya.)
K: Tante, kaka haus.
S: (dengan intonasi lembut dan
ramah) Kaka haus? Mau minum ya? Kaka bisa ambil sendiri?
K: hmm.. tidak bisa (jawabnya
tegas)
S: Kaka pasti bisa ambil minum
sendiri. Kaka hanya perlu belajar dan terus berlatih. Mau tante ajarin? (masih dengan
nada ramah)
K: Hmm.. (menggangguk tanda
setuju)
S: Sini kaka nya naik dulu ke
atas kursi.
Kemudian, kaka pegang gelasnya dengan
tangan kiri ya. Hati-hati, pegang dengan kuat.
K: (mengangguk memberi respon
positif)
S: sekarang tangan kanan kaka
pegang tekonya. Terus tuang ke dalam gelas pelan-pelan.
K: (mengikuti sambil dibantu
karena masih berat untuk menuangkan air dari teko sendiri)
S: Nah, kaka bisa kan?
K: (tersenyum senang)
S: Sekarang kaka duduk.
Baca bismillah dan minum dalam tiga tegukan
ya.
Lalu mereka kembali bermain
dengan gembira. To be continued.
#harike8
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institutibuprofesional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar