Namun, semakin siang semakin berkurang konsentrasi ku. Seperti tadi ketika aku bekerja sama menyuapi si kecil. Karena terkadang kami bergantian untuk shalat. Ketika itu, Ibu memintaku memberikan air untuk si kecil. "Apa buburnya terlalu kental?" pikirku. Kemudian ku tambahkan air pada bubur MPASI-nya. Ibuku terheran. "Lho bukannya tadi mama minta ambilkan air? " tanyanya. "Ini sudah ditambah air, Ma.. " jawabku. "Maksudnya, air untuk minum." Aku hanya menyeringai.
Lanjut lebih malam lagi. Family Forum dengan Suami dimulai. Topik hari ini mengenai keberangkatan kami menyusulnya ke Jepang yang menimbulkan pro-kontra diantara keluarga. Terutama nenek dan kakek si kecil. Mereka mengusulkan agar si kecil tetap di Indonesia, tak perlu berangkat menyusul sang ayah. Sehingga nantinya 6 bulan sekali tinggal bergantian di nenek kakeknya. Sayangnya, informasi yang ditangkap oleh sinaps-nya (asiik.. Bahasa IPA keluar lagi) adalah beliau yang pulang ke Indonesia 6 bulan sekali.
Hmm.. Baiklah, mari kita analisis kembali apa yang membuat komunikasi ini kurang produktif.
- Clear and Clarify ❎
- Choose the right time ✅
- Kaidah 7 : 38 : 55 ❎
- Intense Eye Contact❎
- I'm Responsible to My Communication✅
#harike6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institutibuprofesional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar