Rabu, 13 Maret 2019

Adab Menuntut Ilmu - NHW PraBunsay #1

Maret 2019 menjadi momentum awal kembalinya jiwa menjadi mahasiswa. Kamu kuliah lagi? Jelas jawabannya iya, tapi jangan tanya kampusnya dimana, soalnya kuliah yang saya geluti saat ini semacam self development yang kelasnya diadakan secara online. Sebagian besar para ibu dan calon ibu-ibu pasti akrab mendengar Institut Ibu Profesional. 

Setelah sebelumnya menjalani Kelas Matrikulasi, kini saya memutuskan untuk mengambil langkah ke jenjang berikutnya yakni Kelas Bunda Sayang. Berita baiknya adalah, kini saya azzamkan blog ini sebagai jurnal perkuliahan selama setahun kedepan. Degdegan dan nuansanya hampir sama dengan saat menjalani awal perkuliahan di ITB dulu. Hihi. 

Sebelum membahas materi utama kelas Bunda Sayang, kelas diawali dengan materi pra-Bunsay. Seperti pada saat kelas matrikulasi lalu, materi pertama tentunya mengenai Adab Menuntut Ilmu. 

Seperti yang disampaikan di kelas bahwa adab menuntut ilmu terdiri dari 3 bagian.


  • Adab terhadap diri sendiri 
  • Adab terhadap guru 
  • Adab terhadap ilmu


Selain ketiga adab diatas, disampaikan pula Code of Conduct dan tata tertib perkuliahan. 

Salah satu adab terhadap diri sendiri adalah ikhlas dan tazkiyatun nafs yang salah satu wujudnya seperti yang diungkapkan melalui NHW berikut. 

REFLEKSI:

Alasan terkuat apa yang dimiliki sehingga ingin menekuni ilmu Bunda Sayang?


Menyelami peran baru sebagai seorang istri dan ibu dari seorang anak tentunya tak mudah tanpa ilmu yang relevan. Peran sebagai seorang anak, seorang istri, maupun seorang ibu merupakan fitrah dan titipan peran serta amanah dari Allah SWT. Maka yang menjadi alasan utama menjalaninya adalah ibadah karena Allah. Mengapa? Agar kita tak tumbang ditengah jalan dan segala yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Menuntut ilmu di Kelas Bunda Sayang ini diniatkan menjadi upaya memantaskan diri mengemban amanah sebagai anak, istri, dan ibu dengan ikhlas dan bahagia karena Allah SWT. 

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ” ¹

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan direncanakan di bidang tersebut?


"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja" 
-- Imam Syafi'i --

Salah satu strategi menuntut ilmu di kelas Bunda Sayang ini adalah dengan membuat tulisan. Baik itu catatan berupa buku, infografis/mind map, maupun tulisan di blog seperti ini. Sebagaimana disinggung sebelumnya, bahwa blog ini menjadi salah satu media menuangkan tulisan atas ilmu yang didapat. Selain itu juga dengan menghimpun materi yang diberikan di kelas dalam satu folder. Kemudian membuat Ceklist kegiatan sebagai output dari materi yang diberikan. 

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,
perubahan sikap apa saja yang akan diperbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?


Jujur pada diri sendiri itu penting agar dapat membuka dan menginsfyafi kekurangan-kekurangan dalam diri selama ini. In syaa Allah sesuai adab yang telah diajarkan, semoga melalui tulisan ini menjadi pengingat agar tidak lagi menunda, agar bersungguh-sungguh, sabar, berperan aktif, istiqamah dalam mempelajari dan mempraktikannya sehari-hari. 

"Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yg bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Alloh (dlm segala urusanmu) serta jangan sekali-kali engkau merasa lemah."
HSR Muslim no 2664, Ahmad (II/366,370) dari Abu Hurairah²





Referensi:
¹ https://almanhaj.or.id/4260-jadikanlah-akhirat-sebagai-niatmu.html

²https://www.dakwahpost.com/2017/10/bersungguh-sungguh-dalam-menuntut-ilmu-dan-rindu-mendapatkannya.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...