Kemudian sambil main dengan anak, aku ambil makanan kecil untuk menemani. Ibuku melarang karena rasanya cukup pedas menurutnya. Kemudian aku jawab bahwa pedas sedikit ga bakal berpengaruh ke dede bayi yang ku susui sambil megang hp membaca pesan grup WA berjibun yang masuk. Beliau menjawab manyun "Anak sekarang dibilangin malah ngeyel." begitu kurang lebih. Lalu ku tatap matanya, lalu ku bilang "Iya, ini pedas." sambil tersenyum menyeringai. Hehe. Seketika air mukanya berubah, masyaa Allah itu baru menerapkan tatapan mata dan intonasi yang lembut saat berbicara.
Ternyata memang rumus 7 : 38 : 55 harus mulai dilatih agar menjadi kebiasaan yang dulu hilang kini kembali. Perubahan yang drastis bahkan baru sampai di level 38% karena mengubah intonasi.
Penasaran ga sih apa itu rumus 7 : 38 : 55?
Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi.
Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%). Itulah yang dimaksud dengan rumus/kaidah 7 : 38 : 55 yang sebagaimana disampaikan pada materi komunikasi produktif di kelas Bunda Sayang. It's really happened! Selamat mencoba 😉
#harike3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institutibuprofesional
