Menurut LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), kasus kekerasan seksual terhadap anak bertambah
setiap tahun. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak didominasi oleh orang terdekat sebesar 80,23 persen. Sedangkan, 19,77 persen dilakukan oleh orang tidak dikenal.
Semakin banyaknya kasus kekerasan seksual mendorong keluarga, sekolah dan masyarakat untuk menjalankan perannya masing-masing dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Ketiganya melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak secara intern dan ekstern.
Secara INTERN contohnya, seperti memberikan pemahaman tentang anggota tubuh yang dilarang di sentuh oleh orang lain dan cara- cara melawan ketika ada yang melakukan hal yang tidak menyenangkan.
Secara EKSTERN yaitu dengan cara mengontrol dan mengawasi anak.
Selain dari tiga unsur ranah tumbuh kembang anak (keluarga, sekolah, masyarakat) ada beberapa lembaga lain yang turut melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak seperti Pemerintah desa, kepolisian dan Lembaga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Bagaimana sikap jika seandainya ada saudara atau tetangga kita yang menjadi korban kekerasan seksual?
Support mereka, Tidak menghakimi dan menyalahkan, Jadi tempat yg aman untuk cerita. Karena kebanyakan para korban kekerasan seksual takut untuk cerita, karena takut disalahkan dan di jauhi.
Berdasarkan penelitian kekerasan pada tahun 2015 menyebutkan bahwa langkah perlindungan anak dari kejahatan seksual juga harus dilakukan dari dalam yaitu:
- Keluarga harus menjadi tempat perlindungan pertama anak.
- Orangtua harus waspada dan memberikan bekal yang cukup bagi anak terkait keselamatan seksual mereka.
- Pendidikan seksual dapat diberikan sedini mungkin melalui kata dan kalimat yang sederhana namun tepat dan tidak vulgar.
- Penggunaan istilah sebenarnya akan membantu anak dalam mengkomunikasikan kejahatan seksual yang mungkin ia alami.
- Komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua juga dipercaya mampu melindungi anak dari kejahatan seksual, paling tidak anak tidak akan menutupi kejadian yang dialaminya.
Lalu bagaimana peran kita sebagai masyarakat?
Minimal sebagai masyarakat kecil di keluarga kita saling mengingatkan.
Jika kita di masyarakat kampus tinggal di kos kosan lebih peka dan peduli dengan perubahan sikap saudara kita.
Jika kita sbg masyarakat lebih care dengan tetangga....
#Harike9
#Tantangan10hari
#GameLevel11
#KuliahBundaSayang
#FitrahSeksualitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar