Pada kesempatan tantangan level 4 ini diawali dengan rasa tertantang. (Apasih.. kan namanya aja tantangan.. hehe). Mulai dari bingung menentukan objek pengamatan sampai apa yang harus diamati. Mulai dari mana dan apa saja. Sekelumit pikiran-pikiran yang biasa ada sebelum melakukan sesuatu. Menimbang si kecil belum mungkin diamati gaya belajarnya karena usianya yang tahun pertamanya pun belum genap, dan untuk mengukur diri sendiri takut kurang objektif karena melibatkan perasaan (wkwk), maka diambil keputusan untuk mengamati keluarga serumah, Ipar, adik dari sang suami. Karena kebetulan ia masih kelas 5 dan semangat belajarnya terkadang masih naik turun.
Tapi, seiring berjalannya tengat waktu tantangan semakin hari semakin mengalir aja apa yang harus dilakukan apa yang harus ditulis. Meskipun terkadang hari berjalan dengan proses yang hampir sama. Tapi, sejeli mungkin dikorek tentang hal hal yang berbeda dari biasanya atau mengenai ciri-ciri dari ketiga gaya belajar tersebut sehingga semakin hari semakin terlihat bayangannya. Walau sebenarnya terlalu singkat untuk diambil kesimpulan dari pengamatan sepuluh hari. Namun, setidaknya kami jadi punya gambaran gaya belajar yang mendominasi Om ini apa dan bagaimana cara memaksimalkannya. Dan juga dari sini kami tau bahwa setiap orang punya potensi dan kecenderungan untuk dikembangkan dengan maksimal. Bahkan semua gaya belajar bisa disatupadukan bersamaan dengan maksimal. For all this, I just said Alhamdulillah and thank you.
#AliranRasaGayaBelajar
#GameLevel4
#Tantangan10Hari
#ILoveToLearn
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional
Berbagi pelajaran, pengalaman, serta hikmah dari berbagai rasa kehidupan
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 24 Juli 2019
Mengenal Gaya Belajar Anak Hari ke 10: Kesimpulan Sederhana
Dari beberapa hari pengamatan, tidak terlalu dini rasanya jika kita mengambil sebuah kesimpulan atas hasil observasi gaya belajar anak untuk Om nya dede di hari ke 10 ini. Setelah sebelumnya dilakukan skoring, dan menunjukkan hasil untuk ketiganya sebagai berikut.
Visual : 2/8
Audio : 4/8
Kinestetik : 3/5
Dari hasil skoring tersebut, sementara dapat disimpulkan bahwa sang Om memiliki gaya belajar Auditori Kinestetik. Ada tips juga untuk memaksimalkannya (masih intips dari blog.ruangguru.com hehe..)
Cara belajar yang tepat untuk auditori:
Sedangkan untuk gaya belajar kinestetiknya, adalah sebagai berikut.
Yeay, masyaa Allah.. seru juga ya pengamatan tentang gaya belajar ini. Tantangan berikutnya mungkin akan lebih seru lagi. Semangaaat!!
#harike10
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Visual : 2/8
Audio : 4/8
Kinestetik : 3/5
Dari hasil skoring tersebut, sementara dapat disimpulkan bahwa sang Om memiliki gaya belajar Auditori Kinestetik. Ada tips juga untuk memaksimalkannya (masih intips dari blog.ruangguru.com hehe..)
Cara belajar yang tepat untuk auditori:
- Dengarkan musik yang disukai
- Bisa merekam saat guru mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali
- Apabila membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat
- Mendengarkan materi yang diajarkan guru saat di kelas dengan seksama
- Belajar dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat materi
Sedangkan untuk gaya belajar kinestetiknya, adalah sebagai berikut.
- Saat mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan
- Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari
- Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
- Bisa mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, misalnya untuk pelajaran Sejarah bisa mengunjungi museum
- Mengikuti ekstrakurikuler seperti seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)
Yeay, masyaa Allah.. seru juga ya pengamatan tentang gaya belajar ini. Tantangan berikutnya mungkin akan lebih seru lagi. Semangaaat!!
#harike10
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke 9: Audio Kinestetik
Hari ini Om masih sakit. Batuk pilek menyerang. Mungkin kalo orang dewasa, ia akan berkata meriang. Tapi, ya namanya masih kelas 5 SD hanya bilang susah nafas dan pusing. Yang membuat saya salut, ia tetap menjalani sekolah yang kini jam pulangnya tiba pukul 14.30 WIB. Full day school ceritanya. Dengan tugas untuk di rumah dan dilanjut mengaji, tetap ia jalani walau badan sedang tidak fit.
Bahkan malam ini ia berlatih soal matematika sambil main game. Dan ada sesuatu yang sedari kemarin luput dari pengamatan saya tentang gaya belajarnya. Ya, dia belajar matematika, mengingat perkalian dengan metode jarimatika. Metode yang sempat booming pada zamannya. Hehe.. Mungkin Om memiliki gaya belajar gabungan antara Auditori dengan Kinestetik.
#harike9
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Bahkan malam ini ia berlatih soal matematika sambil main game. Dan ada sesuatu yang sedari kemarin luput dari pengamatan saya tentang gaya belajarnya. Ya, dia belajar matematika, mengingat perkalian dengan metode jarimatika. Metode yang sempat booming pada zamannya. Hehe.. Mungkin Om memiliki gaya belajar gabungan antara Auditori dengan Kinestetik.
#harike9
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke 8: Bahasa Sunda yang Menantang
Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki ragam suku bangsa dan bahasa, tentunya di setiap daerah memiliki identitas khas yang salah satunya adalah bahasa. Termasuk kini yang dijalani Om. Pelajaran Bahasa Sunda masuk sebagai mata pelajaran yang wajib dipahami. Namun, bagi Om yang sejak lahir sudah tinggal di Bogor dengan sebagian besar bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-harinya, agak sulit baginya menghafal. Terkadang lucu jika ia sesekali berkomunikasi dengan beberapa kosakata bahasa sunda yang ia punyai.
Begitu pula dengan tugasnya malam ini. Ia ditugaskan untuk menuliskan lagu lagu sunda yang pendek. Tentunya ia juga harus hafal nadanya agar ketika diminta dilagukan, ia sudah siap. Ternyata sifat auditorinya semakin terlihat dengan senang mendengarkan dan tidak terlalu suka menulis.
#harike8
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Begitu pula dengan tugasnya malam ini. Ia ditugaskan untuk menuliskan lagu lagu sunda yang pendek. Tentunya ia juga harus hafal nadanya agar ketika diminta dilagukan, ia sudah siap. Ternyata sifat auditorinya semakin terlihat dengan senang mendengarkan dan tidak terlalu suka menulis.
#harike8
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Mengenal Gaya Belajar Anak Hari ke-7: Tentang Kinestetik
Hari Senin adalah harinya Om bertugas sebagai Dokter Kecil. Di hari yang sama pula mata pelajaran olahraga digelar. Om suka sekali dengan pelajaran olahraga. Bermain bola itu favoritnya. Bahkan ketika masih masa penyembuhan ia bergegas membujuk mama agar bisa ikut babak penyisihan turnamen untuk memperingati hari kemerdekaan bulan Agustus nanti. Belum lagi ekskul yang dipilih di sekolah kemarin keduanya olahraga. Futsal jelas masuk pilihan. Tenis meja yang kemudian menjadi rekan pilihannya.
Maka, kali ini saya ingin mengobservasi tentang kemampuan kinestetiknya. Takutnya hal itu luput dari pengamatan saya. Mari kita langsung bandingkan dengan ciri-ciri gaya belajar anak yang kinestetik masih dengan referensi yang sama yaitu blog.ruangguru.com :
Skor untuk ciri-ciri gaya kinestetik adalah (3/5)
#harike7
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Maka, kali ini saya ingin mengobservasi tentang kemampuan kinestetiknya. Takutnya hal itu luput dari pengamatan saya. Mari kita langsung bandingkan dengan ciri-ciri gaya belajar anak yang kinestetik masih dengan referensi yang sama yaitu blog.ruangguru.com :
- Menyenangi belajar dengan metode praktik (positif)
- Kadang kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam bercerita (positif)
- Menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari (ini banget)
- Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh (negatif)
- Menghafal dengan cara berjalan atau melihat (negatif)
Skor untuk ciri-ciri gaya kinestetik adalah (3/5)
#harike7
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Mengenal Gaya Belajar Anak Hari ke 6: Minggu Menang
Hari Minggu adalah hari yang sebagian banyak orang tunggu. Ya, hari Minggu waktunya hari libur. Begitupula dengan Om. Sayangnya hari Minggu ini dihiasi dengan gejala batuk pilek. Sehingga ia tak terlalu ceria dan aktif seperti biasanya.
Sore hari menjelang, ada jadwal pertandingan turnamen sepak bola untuk memperingati HUT RI bulan depan. Mama sudah mewanti-wanti agar tidak usah ikut karena masih sakit. Ia menyetujui dengan menonton pertandingan Persib di televisi sebagai gantinya. Pertandingan pun dimulai. Selagi menonton bersama, terdengar suara dari luar memanggil Om. Ternyata pak RT selaku koordinator tim sepakbola untuk turnamen mengajak Om untuk bergabung. Seketika mama memberitahu bahwa Om belum bisa ikut karena masih sakit.
Beberapa saat kemudian halaman rumah riuh dengan suara anak-anak yang akan bermain bola. Dan hal itu menggoda keteguhan seorang Om akan kesepakatannya dengan mama. Akhirnya, ia membujuk mama agar tetap bisa ikut dengan dalih sudah sembuh.
Binar kemenangan terpancar dari wajahnya. Membuat air mukanya lebih bersemangat daripada pagi tadi. Namun, lelah tak bisa disembunyikan. Tapi ia tetap belajar seperti biasa walau durasinya tak cukup lama. Bagaimana jika belajarnya dibuat menarik dengan melibatkan game bersifat olahraga ya? Hmm.. patut dicoba sepertinya, melihat semangatnya yang membara ketika berolahraga, bukankah ini potensi yang baik?
#harike6
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Sore hari menjelang, ada jadwal pertandingan turnamen sepak bola untuk memperingati HUT RI bulan depan. Mama sudah mewanti-wanti agar tidak usah ikut karena masih sakit. Ia menyetujui dengan menonton pertandingan Persib di televisi sebagai gantinya. Pertandingan pun dimulai. Selagi menonton bersama, terdengar suara dari luar memanggil Om. Ternyata pak RT selaku koordinator tim sepakbola untuk turnamen mengajak Om untuk bergabung. Seketika mama memberitahu bahwa Om belum bisa ikut karena masih sakit.
Beberapa saat kemudian halaman rumah riuh dengan suara anak-anak yang akan bermain bola. Dan hal itu menggoda keteguhan seorang Om akan kesepakatannya dengan mama. Akhirnya, ia membujuk mama agar tetap bisa ikut dengan dalih sudah sembuh.
Binar kemenangan terpancar dari wajahnya. Membuat air mukanya lebih bersemangat daripada pagi tadi. Namun, lelah tak bisa disembunyikan. Tapi ia tetap belajar seperti biasa walau durasinya tak cukup lama. Bagaimana jika belajarnya dibuat menarik dengan melibatkan game bersifat olahraga ya? Hmm.. patut dicoba sepertinya, melihat semangatnya yang membara ketika berolahraga, bukankah ini potensi yang baik?
#harike6
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Selasa, 23 Juli 2019
Mengenal Gaya Belajar Anak Hari ke 5: Antara Catatan dan Meresapi
Malam ini belajarnya Om agak drama, setelah ketahuan PR Berharga Matematika nya tidak lantas dinilai oleh sang guru. Usut punya usut, ternyata kolom tanda tangan orangtua kosong melompong, sehingga guru tidak memberinya nilai walau sudah diperiksa. Sebuah sistem baru yang saya lihat. Jadi, di sekolah tersebut menerapkan pengawasan orangtua tentang tugas dan proses belajar anak. Ternyata mungkin semalam mama lupa mengisi kolom tanda tangan.
Merajuklah sebelum waktu Isya tiba. Setelah adzan isya berkumandang dan beliau sholat berjamaah, wajahnya kembali berbinar. Masyaa Allah kekuatan solat dan wudhu itu ternyata yaah.. kemudian ia melanjutkan kegiatan belajar mata pelajaran Bahasa Sunda sebagai Bahasa Daerah. Saat saya tanya tentang catatan, ternyata ia lebih suka menyimak ibu bapak guru menerangkan daripada membuat catatan.
Well, sepertinya memang gaya belajar Om didominasi oleh Auditori.
Ada beberapa tips dari blog.ruangguru.com untuk memaksimalkan cara belajar sang auditori yang mungkin bisa diterapkan sama Om nih:
Dari ke 5 hal diatas, poin 3 dan 4 sepertinya sudah Om lakukan.
#harike5
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Merajuklah sebelum waktu Isya tiba. Setelah adzan isya berkumandang dan beliau sholat berjamaah, wajahnya kembali berbinar. Masyaa Allah kekuatan solat dan wudhu itu ternyata yaah.. kemudian ia melanjutkan kegiatan belajar mata pelajaran Bahasa Sunda sebagai Bahasa Daerah. Saat saya tanya tentang catatan, ternyata ia lebih suka menyimak ibu bapak guru menerangkan daripada membuat catatan.
Well, sepertinya memang gaya belajar Om didominasi oleh Auditori.
Ada beberapa tips dari blog.ruangguru.com untuk memaksimalkan cara belajar sang auditori yang mungkin bisa diterapkan sama Om nih:
- Dengarkan musik yang disuka
- Bisa merekam saat guru mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali
- Apabila membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat
- Mendengarkan materi yang diajarkan guru saat di kelas dengan seksama
- Belajar dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat materi
Dari ke 5 hal diatas, poin 3 dan 4 sepertinya sudah Om lakukan.
#harike5
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Mengenal Gaya Belajar Anak Hari ke 4: Mengingat dalam Bayangan
Bukan. Ini bukan tentang sebuah prosa. Atau karangan fiksi. Dari segi judul memang agak seperti tajuk-tajuk sinetron FTV gt ya.. hihi..
Malam ini, Om, sang pelajar objek pengamatan saya, belajar tajwid dan mengerjakan tugas matematika. Selama latihan soal tajwid cukup lancar jaya hanya dengan mendengarkan soal dan pilihan secara seksama. Namun, pada saat mengerjakan PR soal Matematika ada gelagat lain dari cara ia belajar dan menyelesaikan soal. Ia sedang belajar tentang pecahan, desimal, dan bilangan persen. Sesekali berpikir dengan mendongakan pandangan keatas. Seperti membayangkan sedang menghitung sesuatu. Terkadang ia mengucapkan persamaan angka untuk dijadikan penyebut dalam pecahan. Hmm.. bukankah ini ciri gabungan antara Visual dan Audio? Sekarang saya mau cek ciri-ciri visualnya, setelah sebelumnya memeriksa ciri-ciri auditori.
Ciri - ciri gaya belajar anak visual versi blog.ruangguru.com :
Skor untuk visual: (2/8)
#harike4
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Malam ini, Om, sang pelajar objek pengamatan saya, belajar tajwid dan mengerjakan tugas matematika. Selama latihan soal tajwid cukup lancar jaya hanya dengan mendengarkan soal dan pilihan secara seksama. Namun, pada saat mengerjakan PR soal Matematika ada gelagat lain dari cara ia belajar dan menyelesaikan soal. Ia sedang belajar tentang pecahan, desimal, dan bilangan persen. Sesekali berpikir dengan mendongakan pandangan keatas. Seperti membayangkan sedang menghitung sesuatu. Terkadang ia mengucapkan persamaan angka untuk dijadikan penyebut dalam pecahan. Hmm.. bukankah ini ciri gabungan antara Visual dan Audio? Sekarang saya mau cek ciri-ciri visualnya, setelah sebelumnya memeriksa ciri-ciri auditori.
Ciri - ciri gaya belajar anak visual versi blog.ruangguru.com :
- Lebih mudah mengingat dari yang dilihat daripada yang didengar (negatif)
- Lebih suka membaca daripada dibacakan (negatif)
- Berbicara dengan tempo agak cepat (negatif)
- Cukup peduli dengan penampilan dan pakaian (biasa aja)
- Lebih menyukai melakukan demonstrasi daripada pidato (positif)
- Sulit untuk menerima instruksi secara verbal kecuali ditulis (negatif)
- Tidak mudah terdistraksi dengan keramaian (positif)
- Suka menggambar apa pun di kertas (negatif)
Skor untuk visual: (2/8)
#harike4
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Minggu, 21 Juli 2019
Mengenal Gaya Belajar Anak Hari ke 3 : Aku Tidak Terlalu Suka Gambar
Seperti biasanya, Om kembali diboyong Mama untuk belajar. Sempat menolak karena besok libur katanya. Tapi, semangat Mama lebih besar dan tak terkalahkan rupanya. Ada tugas berupa membuat puzzle kerangka hewan. Siswa diajarkan untuk menggambar rangka hewan untuk kemudian dikenalkan kerangka yang menyusun hewan tersebut apa saja. Namun, entah karena passion sang Om ini bukan pada gambar menggambar ataukah memang tidak suka gambar, ia agaknya ogah-ogahan membuat gambarnya. Setelah dibantu Apa dan tinggal kemudian disusun, beliau semangatnya mulai bertambah perlahan.
Selain itu, mungkin gaya belajar Om ini sudah terbiasa menyimak pertanyaan latihan dari Mama, sehingga lebih terasah kemampuan audionya. Kita cek ciri-ciri audio saja jika begitu. Check!
#harike3
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Selain itu, mungkin gaya belajar Om ini sudah terbiasa menyimak pertanyaan latihan dari Mama, sehingga lebih terasah kemampuan audionya. Kita cek ciri-ciri audio saja jika begitu. Check!
- Lebih mudah mengingat sesuatu dari apa yang didengar daripada yang dilihat (checked)
- Senang mendengarkan (checked)
- Mudah terdistraksi dengan keramaian (checked)
- Kesulitan dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual (checked)
- Pandai menirukan nada atau pun irama suara
- Senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir mereka
- Biasanya merupakan pembicara yang fasih
- Mudah dalam mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru
#harike3
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Kamis, 18 Juli 2019
Hari ke 2 Memahami Gaya Belajar Anak: Don't Teach Me, I love to Learn
Seperti biasa, selepas mengaji Mama mengajak Om Didit untuk kemudian lanjut belajar mata pelajaran yang akan diajarkan esok hari di sekolah. Berhubung hari ini hari Jumat (12/7), Om agak agak bad mood buat belajar. Mungkin roman-roman weekend sudah menggelayut di benaknya.
Satu dua pertanyaan masih ia tanggapi. Sesekali ia membaca dalam hati sembari memikirkan jawabannya. Melihat gerak geriknya yang kurang semangat sepertinya ada yang kurang tepat nih. Kembali mama mengajak buat belajar lagi dengan semangat. Tapi, namanya bukan mamak jika belum berhasil. Dibujuk terus-terusan akhirnya Om angkat bicara. "Aku pengen belajar sendiri, ga mau diajarin. Kakak aja belajar sendiri di kamar." Begitu tukasnya sambil beranjak pergi ke kamar menenteng buku menutup pintu.
Pernyataannya tadi menggugah kami, bahwa selama ini kami hanya mengajarkan bukan berkomunikasi dalam belajar. Mungkin ia yang mulai beranjak baligh semakin memahami cara belajar yang menurutnya nyaman.
#harike2
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Satu dua pertanyaan masih ia tanggapi. Sesekali ia membaca dalam hati sembari memikirkan jawabannya. Melihat gerak geriknya yang kurang semangat sepertinya ada yang kurang tepat nih. Kembali mama mengajak buat belajar lagi dengan semangat. Tapi, namanya bukan mamak jika belum berhasil. Dibujuk terus-terusan akhirnya Om angkat bicara. "Aku pengen belajar sendiri, ga mau diajarin. Kakak aja belajar sendiri di kamar." Begitu tukasnya sambil beranjak pergi ke kamar menenteng buku menutup pintu.
Pernyataannya tadi menggugah kami, bahwa selama ini kami hanya mengajarkan bukan berkomunikasi dalam belajar. Mungkin ia yang mulai beranjak baligh semakin memahami cara belajar yang menurutnya nyaman.
#harike2
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Selasa, 16 Juli 2019
Memahami Gaya Belajar Anak Hari ke 1: Observasi Pertama
Mengenai memahami gaya belajar anak, membuat saya flashback ke zaman ketika masih duduk di bangku sekolah. Bukan, bukan tentang kenangan kita. Wkwk. Tapi, tentang bagaimana cara belajar saya waktu itu. Lebih sering membaca dengan suara sambil membayangkan. Lagi lagi bukan membayangkanmu, tapi membayangkan apa yang saya baca. Ternyata gaya belajar saya cenderung pada audio visual. Lalu, bagaimana dengan gaya belajar anak?
Mengingat usianya yang masih terlalu dini untuk saya observasi gaya belajarnya, saya putuskan untuk mengamati paman dari anak saya. Beliau kebetulan masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Lalu, apa saja gaya belajar anak ini? Menurut Bobby De Potter, gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.
Hari pertama saya mengidentifikasi ciri ciri belajar ketika Pamannya Dede belajar bahasa Inggris mengenai waktu (What Time is it?). Terlihat kurang bersemangat ketika ia dibacakan tentang pertanyaan. Apakah ia cenderung belajar dengan gaya visual?
#harike1
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Mengingat usianya yang masih terlalu dini untuk saya observasi gaya belajarnya, saya putuskan untuk mengamati paman dari anak saya. Beliau kebetulan masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Lalu, apa saja gaya belajar anak ini? Menurut Bobby De Potter, gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.
Hari pertama saya mengidentifikasi ciri ciri belajar ketika Pamannya Dede belajar bahasa Inggris mengenai waktu (What Time is it?). Terlihat kurang bersemangat ketika ia dibacakan tentang pertanyaan. Apakah ia cenderung belajar dengan gaya visual?
#harike1
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP
Langganan:
Komentar (Atom)
Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1
Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain. Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...
-
Malam ini belajarnya Om agak drama, setelah ketahuan PR Berharga Matematika nya tidak lantas dinilai oleh sang guru. Usut punya usut, ternya...
-
Hari ini hari pertama bersama ayah di kampung. Cuaca disini bertolak belakang 180° dengan cuaca di Bogor. Disini suhu udara bisa mencapai 19...
-
Hari ini entah mengapa terasa agak melelahkan. Hingga siang hari ini sambil mengasuh, saya rebahan sebentar. Ternyata tidak sengaja saya te...