Alhamdulillah, telah selesai
tantangan 10 hari pertama mengenai komunikasi produktif. Sambil terus mengasah
skill komunikasi produktif, kini saya berusaha lanjut menaiki tangga tantangan
berikutnya. Yups, seperti judul artikel ini tantangan berikutnya adalah melatih
kemandirian anak. Sejujurnya saya merasa tantangan kali ini sungguh penuh
dengan tantangan. Pasalnya, qadarullah bersamaan dengan dimulainya masa
tantangan ini tetiba gawai yang selama ini menemani harus tiba masanya
diperbaiki. Alhasil, keinginan saya menenangkan diri terkabul. (Hihi..) Namun,
tentu ada resiko yang menyertainya. Saya kesulitan berkomunikasi dan mengakses
informasi melalui internet termasuk setor tugas ini. Namun, inilah saat yang
tepat menantang diri bukan?
Tantangan 10 hari kedua ini
bertema melatih kemandirian anak. Namun, subjeknya tak hanya dibatasi dengan
kemandirian anak mengingat para mahasiswi IIP beragam latar belakang statusnya.
Seperti halnya saya yang belum memungkinkan melakukannya bersama buah hati yang
masih belum genap berusia satu tahun. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri
dalam memutuskan skill kemandirian apa yang akan saya asah terhadap diri
sendiri. Sampai pada akhirnya ilham itu muncul. (wkwk.. lebay ya?)
Resiko pasangan LDM yang baru
memulai rumah tangga dan baru melahirkan, saya “dititipkan” kembali pada kedua
orangtua. Mungkin pak suami yang khawatir saya akan kesulitan dengan peran baru
sebagai seorang ibu sehingga perlu berguru langsung kepada kedua orang tua
terutama ibu. Segala sesuatu di-cover oleh Mama. Pasalnya, tipikal ibu saya itu
membahagiakan anak dan tidak mau anak menderita. Saya sangat amat terbantu
walau saya juga sungkan karena terbiasa segalanya melakukan sendiri. Lama
kelamaan hal itu menjadi zona nyaman tersendiri seakan kembali menjadi anak
paling dimanja. Hehe.. apa-apa dibantu ibunda. Oleh karena itu, saya pikir ini
saat yang tepat untuk bermetamorfosis kembali menjadi lebih mandiri agar tak
lagi jetlag pas pak suami pulang.
Jadi, skill apa yang ingin
diasah?
Satu-satunya kesempatan saya
melakukan tugas ibu rumah tangga lain selain membersamai si kecil adalah pada
saat si kecil tidur atau pada saat ada yang mengajaknya bermain. Sayangnya,
karena terbiasa dibantu Mama, terkadang saya lupa mengerjakan ini itu. Salah
satu dampak yang amat terasa adalah susunan pakaian yang berhamburan baik milik
si kecil apalagi milik ibunya. Hihi.. maka saya putuskan untuk melatih skill
merapikan lemari pakaian. Dimulai dari analisis akar masalah mengapa baju-baju
ini tak kunjung rapi. Dan juga merapikan lemari tentunya.
Kira-kira apa saja ya yang bikin
lemari selalu berantakan? Hmm.. kita sambung besok yaa..
#harike1
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institutibuprofesional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar