Sabtu, 11 Mei 2019

TANTANGAN 10 HARI Bagian #2 Melatih Kemandirian Hari Pertama


Alhamdulillah, telah selesai tantangan 10 hari pertama mengenai komunikasi produktif. Sambil terus mengasah skill komunikasi produktif, kini saya berusaha lanjut menaiki tangga tantangan berikutnya. Yups, seperti judul artikel ini tantangan berikutnya adalah melatih kemandirian anak. Sejujurnya saya merasa tantangan kali ini sungguh penuh dengan tantangan. Pasalnya, qadarullah bersamaan dengan dimulainya masa tantangan ini tetiba gawai yang selama ini menemani harus tiba masanya diperbaiki. Alhasil, keinginan saya menenangkan diri terkabul. (Hihi..) Namun, tentu ada resiko yang menyertainya. Saya kesulitan berkomunikasi dan mengakses informasi melalui internet termasuk setor tugas ini. Namun, inilah saat yang tepat menantang diri bukan?


Tantangan 10 hari kedua ini bertema melatih kemandirian anak. Namun, subjeknya tak hanya dibatasi dengan kemandirian anak mengingat para mahasiswi IIP beragam latar belakang statusnya. Seperti halnya saya yang belum memungkinkan melakukannya bersama buah hati yang masih belum genap berusia satu tahun. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam memutuskan skill kemandirian apa yang akan saya asah terhadap diri sendiri. Sampai pada akhirnya ilham itu muncul. (wkwk.. lebay ya?)


Resiko pasangan LDM yang baru memulai rumah tangga dan baru melahirkan, saya “dititipkan” kembali pada kedua orangtua. Mungkin pak suami yang khawatir saya akan kesulitan dengan peran baru sebagai seorang ibu sehingga perlu berguru langsung kepada kedua orang tua terutama ibu. Segala sesuatu di-cover oleh Mama. Pasalnya, tipikal ibu saya itu membahagiakan anak dan tidak mau anak menderita. Saya sangat amat terbantu walau saya juga sungkan karena terbiasa segalanya melakukan sendiri. Lama kelamaan hal itu menjadi zona nyaman tersendiri seakan kembali menjadi anak paling dimanja. Hehe.. apa-apa dibantu ibunda. Oleh karena itu, saya pikir ini saat yang tepat untuk bermetamorfosis kembali menjadi lebih mandiri agar tak lagi jetlag pas pak suami pulang.
Jadi, skill apa yang ingin diasah?


Satu-satunya kesempatan saya melakukan tugas ibu rumah tangga lain selain membersamai si kecil adalah pada saat si kecil tidur atau pada saat ada yang mengajaknya bermain. Sayangnya, karena terbiasa dibantu Mama, terkadang saya lupa mengerjakan ini itu. Salah satu dampak yang amat terasa adalah susunan pakaian yang berhamburan baik milik si kecil apalagi milik ibunya. Hihi.. maka saya putuskan untuk melatih skill merapikan lemari pakaian. Dimulai dari analisis akar masalah mengapa baju-baju ini tak kunjung rapi. Dan juga merapikan lemari tentunya.
Kira-kira apa saja ya yang bikin lemari selalu berantakan? Hmm.. kita sambung besok yaa..


#harike1
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandiriananak
#kuliahbundasayang
@institutibuprofesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal #1 Bunda Cekatan 2: Tahap Telur-telur Part 1

Jangan puas dengan kisah-kisah, Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.  Sibak mitos dirimu sendiri. Kenali dirimu, alami sendiri,...